Radar Jember - Manchester City tidak tinggal diam setelah gagal mempertahankan gelar Premier League pada musim 2024/25.
Meski mengakhiri musim di posisi tiga besar, skuad asuhan Pep Guardiola langsung berbenah dengan belanja pemain besar-besaran di dua jendela transfer terakhir.
City menghabiskan dana sekitar £177 juta pada Januari dan menambah £116 juta di musim panas, bahkan masih berencana mendatangkan dua pemain lagi sebelum bursa transfer resmi ditutup.
Perombakan besar ini dilakukan demi satu tujuan: merebut kembali takhta Liga Inggris.
Di posisi penjaga gawang, nama Diogo Costa muncul sebagai pengganti jangka panjang untuk Ederson yang dirumorkan akan hengkang ke klub Arab Saudi.
Kiper asal FC Porto ini dikenal memiliki refleks cepat, jago adu penalti, dan piawai dalam distribusi bola—kemampuan yang cocok dengan skema permainan City.
Perubahan juga terjadi di lini belakang.
Tino Livramento dari Newcastle menjadi pilihan utama untuk mengisi pos bek kanan setelah kepergian Kyle Walker.
Sementara itu, duet Ruben Dias dan Josko Gvardiol tetap menjadi andalan di jantung pertahanan, dengan Gvardiol dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Etihad musim lalu.
Bek kiri kini diisi oleh Rayan Ait-Nouri dari Wolves yang tampil cemerlang dengan catatan 4 gol dan 7 assist musim lalu.
Masuk ke lini tengah, Rodri dipastikan kembali setelah pulih dari cedera lutut yang sempat membuat performa City menurun drastis.
Gelandang asal Spanyol itu tetap menjadi poros utama dalam strategi Guardiola.
City juga mendatangkan Tijjani Reijnders dari AC Milan dan Rayan Cherki dari Lyon.
Keduanya diproyeksikan mengisi lini tengah kreatif menggantikan peran Kevin De Bruyne.
Reijnders dikenal dengan kontrol dan visinya, sedangkan Cherki tampil luar biasa musim lalu dengan 12 gol dan 20 assist.
Di lini depan, kombinasi Foden, Haaland, dan Marmoush menjadi tumpuan baru.
Phil Foden diharapkan bisa kembali ke performa terbaiknya setelah musim lalu dilanda cedera dan masalah pribadi.
Erling Haaland masih menjadi ujung tombak utama, kini dengan kontrak baru berdurasi 9,5 tahun sekaligus menyandang status pemain bergaji tertinggi di Premier League.
Nama terakhir adalah Omar Marmoush.
Pemain internasional Mesir ini langsung tampil gemilang sejak direkrut dari Eintracht Frankfurt, mencetak 8 gol dan 3 assist hanya dalam 22 penampilan.
Dengan kombinasi pemain lama yang solid dan lima rekrutan anyar, Manchester City diprediksi akan tampil jauh lebih kuat dan siap bersaing memperebutkan gelar juara Premier League musim 2025/26.
Langkah besar ini menunjukkan bahwa dominasi City belum berakhir.
Dan revolusi skuad ini bisa menjadi sinyal bahwa Pep Guardiola masih menyimpan banyak kejutan.
Penulis: Shafa Azzahra
Editor : M. Ainul Budi