Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

FAKTA MENGEJUTKAN! Ironi di Tengah Selebrasi, Son Heung min Juara Liga Europa, Tapi Tanpa Medali Saat Perayaan Juara

Redaksi Radar Jember • Jumat, 6 Juni 2025 | 06:35 WIB
Sumber Foto : instagram @spursofficial Son Heung-min
Sumber Foto : instagram @spursofficial Son Heung-min

radar jember - Tottenham Hotspur menorehkan sejarah baru di panggung sepak bola Eropa dengan meraih gelar juara UEFA Europa League (UEL) musim 2024/2025.

Kemenangan ini menjadi trofi besar pertama bagi Spurs sejak 2008, sekaligus menjadi catatan emas dalam karier Son Heung-min bersama klub asal London Utara tersebut.

Namun, ada kisah menarik yang mencuat di balik kemeriahan pesta juara itu, sang kapten justru tak mendapatkan medali juara.

Selebrasi Juara yang Tak Sempurna

Final UEL yang digelar di Stadion San Mamés, Bilbao, mempertemukan Tottenham Hotspur dengan Manchester United. Gol semata wayang dari Brennan Johnson mengantarkan Spurs menuju podium kehormatan. Namun ketika momen puncak penyerahan medali tiba, sorotan justru tertuju pada absennya medali di leher kapten tim, Son Heung-min.

Tak hanya Son, dua pemain lainnya yaitu Cristian Romero dan Rodrigo Bentancur juga mengalami nasib serupa. Ketiganya tetap naik ke podium, berbaur dengan rekan setim yang menerima medali, namun tangan mereka kosong. 

UEFA kemudian mengklarifikasi bahwa jumlah medali yang tersedia terbatas karena adanya kesalahan distribusi. Pihak penyelenggara berjanji akan mengirimkan medali tambahan untuk pemain yang belum kebagian.

Reaksi Tenang Sang Kapten

Alih-alih kecewa, Son menunjukkan sikap dewasa. Dalam wawancara pasca pertandingan, ia tetap tersenyum dan menyatakan rasa bangga atas pencapaian tim. Pemain asal Korea Selatan itu bahkan bergurau dengan menyebut dirinya sebagai “legenda Tottenham” sebuah pernyataan yang diamini para pendukung setelah melihat dedikasinya selama lebih dari satu dekade di klub.

Bagi Son, ini adalah gelar pertama sejak bergabung dengan Spurs pada 2015. Sebelumnya, ia telah melalui sejumlah final termasuk Liga Champions 2019 tanpa hasil manis. Kini, ia akhirnya bisa merayakan trofi yang selama ini hanya menjadi impian.

Lebih dari Sekadar Medali

Kisah medali yang tertunda justru menambah lapisan emosional dalam narasi kemenangan ini. Ini bukan sekadar tentang sepotong logam melingkar di leher, tetapi tentang proses panjang, perjuangan, dan solidaritas dalam tim.

Son Heung-min, dengan atau tanpa medali, tetap menjadi simbol kepemimpinan dan ketekunan bagi Tottenham.

Dan meskipun medali belum sempat melingkar di lehernya saat malam kemenangan itu, nama Son kini telah terukir dalam sejarah klub.

Bukan sekadar karena gol atau assist, tapi karena ia mewakili semangat sejati dari lambang ayam jantan di dada: pantang menyerah, dan bangkit dengan kepala tegak.

Penulis : Vikriansyah

Editor : M. Ainul Budi
#son heung min #Tottenham Hotspur #real betis