Radar Jember - Legenda AC Milan, Ruud Gullit, melontarkan kritik tajam terhadap manajemen klub yang dinilainya telah kehilangan arah dan tidak memahami DNA sejati Rossoneri.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Gullit menyatakan bahwa para pemilik saat ini tampak tidak memahami esensi klub, yang berimbas pada keputusan-keputusan yang merugikan, termasuk potensi hengkangnya gelandang andalan, Tijjani Reijnders.
Gullit menyoroti bahwa AC Milan kini berada dalam situasi yang memprihatinkan, di mana keputusan-keputusan manajemen tidak mencerminkan visi jangka panjang.
“Saya kesal karena tokoh seperti Paolo Maldini disingkirkan. Ibrahimovic juga terjun ke peran manajemen tanpa pengalaman. Para pemilik tak memahami DNA Milan,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa kurangnya pemahaman terhadap sejarah dan nilai-nilai klub telah menyebabkan ketidakstabilan yang berdampak pada performa tim di lapangan.
Salah satu contoh nyata dari dampak buruk manajemen adalah situasi yang dihadapi oleh Tijjani Reijnders.
Gelandang asal Belanda ini, yang sebelumnya menunjukkan komitmen tinggi terhadap klub, kini dikabarkan mempertimbangkan untuk hengkang akibat ketidakpastian dan kurangnya dukungan dari manajemen.
Reijnders sendiri pernah mengungkapkan bahwa tim sering kali menyulitkan diri sendiri dan perlu menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi tantangan.
Gullit juga membandingkan kondisi AC Milan saat ini dengan era kejayaan di bawah kepemimpinan Silvio Berlusconi, di mana klub memiliki struktur yang solid dan visi yang jelas.
Ia menekankan bahwa membangun warisan membutuhkan waktu dan dedikasi, serta pemahaman mendalam terhadap budaya klub.
Sebagai salah satu ikon klub, suara Gullit menjadi peringatan keras bahwa tanpa perubahan signifikan dalam kepemimpinan dan strategi, Rossoneri berisiko kehilangan identitas dan kejayaannya di kancah sepak bola Eropa.
Penulis: Zahra Fadia Siti Haliza
Editor : M. Ainul Budi