Radar Jember – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), tengah menjadi sorotan publik usai dijatuhi sanksi disiplin oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).
Keputusan tegas tersebut berkaitan dengan kasus yang terjadi saat STY masih menangani klub K League, Ulsan HD.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh media Korea Selatan, Yonhap, pada Kamis (23/7/2026). Seorang pejabat KFA mengonfirmasi bahwa Komite Disiplin telah menggelar rapat khusus untuk menentukan tindakan atas dugaan pelanggaran mantan pelatih Ulsan HD tersebut.
"Kami baru-baru ini mengadakan rapat Komite Disiplin dan memutuskan tindakan disiplin terhadap mantan pelatih Shin Tae-yong," ujar pejabat KFA seperti dikutip dari Yonhap.
Jejak kepelatihan STY di Ulsan HD memang tergolong singkat. Ia ditunjuk pada Agustus 2025 di tengah musim untuk menyelamatkan tim dari keterpurukan.
Namun, Shin hanya bertahan sekitar dua bulan sebelum akhirnya diberhentikan akibat klub yang dibelanya terancam jurang degradasi.
Video Tampar Jeong Seung-hyeon dan Isu Kata-Kata Kasar
Kepergian Shin Tae-yong memicu kontroversi panjang setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan dirinya menampar pipi bek Ulsan HD, Jeong Seung-hyeon, dalam sebuah pertemuan internal tim.
Laporan dari News1 menambahkan bahwa selain dugaan penyerangan fisik, juru taktik tersebut juga dihantam tuduhan penggunaan kata-kata kasar kepada para pemain.
Jeong Seung-hyeon sendiri sempat buka suara mengenai insiden tersebut usai musim berakhir.
"Ada beberapa kejadian yang membuat saya berpikir, 'Apakah ini benar?'. Itu adalah perilaku yang tidak sesuai dengan zaman. Dalam kasus penyerangan, jika korban menganggapnya sebagai penyerangan, maka itulah kenyataannya," kata Jeong Seung-hyeon dikutip News1.
Penyelidikan resmi oleh KFA sejatinya telah bergulir sejak Desember 2025. Setelah proses maraton selama delapan bulan, Komite Disiplin menyimpulkan hasil persidangan pada awal Juli 2026 dan menyampaikan keputusannya kepada Shin Tae-yong beberapa hari kemudian. Kendati demikian, KFA memilih merahasiakan rincian sanksinya.
"Rincian tindakan disiplin tidak dapat diungkapkan karena melibatkan informasi pribadi yang sensitif," jelas pejabat KFA.
Namun, laporan Channel A membeberkan bahwa sanksi yang membayangi STY tergolong sangat berat. Sanksi tersebut dapat berupa penangguhan kualifikasi hingga 10 tahun, larangan beraktivitas di kompetisi sepak bola Korea Selatan, hingga pengusiran permanen dari yurisdiksi KFA.
Selain aksi penamparan, laporan tersebut menyoroti dugaan aktivitas bermain golf saat tim menjalani pertandingan tandang yang sempat ditangani Pusat Etika Olahraga Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.
Baca Juga: Sengit Hingga Akhir! Liverpool Gulung Sunderland 4-2 Dalam Laga Pramusim di Nashville!
Merasa Tak Adil dan Kesiapan di Persija Jakarta
Menanggapi sanksi berat dari KFA, Shin Tae-yong merasa ada banyak kejanggalan dan mengaku masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding.
"Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka dan suasana sepak bola domestik tidak baik," ujar Shin Tae-yong dalam wawancaranya bersama Yonhap dan Channel A.
Meskipun dinamika di Korea Selatan terus memanas, nasib Shin Tae-yong bersama Persija Jakarta dipastikan aman.
Baca Juga: Rekor Dunia Pecah! Masih Remaja, Valuasi Lamine Yamal Capai Angka Fantastis Rp 4,5 T, Samai Haaland?
Pelatih yang resmi menandatangani kontrak tiga tahun sejak Juni 2026 ini tetap fokus membesut tim Macan Kemayoran untuk menghadapi Piala Presiden 2026 dan Super League 2026/2027.
Dinukil dari News1, sanksi KFA hanya berlaku secara lokal di Korea Selatan, sehingga tidak secara langsung memengaruhi karier dan aktivitas kepelatihannya di Indonesia.
Editor : Imron Hidayatullahh