Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bikin Malu Jember! Panpel Bobrok Jadi Sorotan Nasional, Tim Tamu Terpaksa Naik Ojol Menuju Stadion JSG Hingga Lapangan Diprotes

M Adhi Surya • Senin, 22 Juni 2026 | 07:30 WIB
Momen para penggawa Persid usai gagal lolos ke babak 16 besar Liga 4 Nasional. Walau pada laga terakhir Persid menang 1-0 atas Persiharjo, tapi tim berjuluk Macan Raung itu kalah head to head dengan Persak Kebumen. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
Momen para penggawa Persid usai gagal lolos ke babak 16 besar Liga 4 Nasional. Walau pada laga terakhir Persid menang 1-0 atas Persiharjo, tapi tim berjuluk Macan Raung itu kalah head to head dengan Persak Kebumen. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Ada dua masalah besar yang mewarnai Persid Jember di babak nasional kemarin dari luar lapangan.

Sisi non teknisnya. Memang bukan dari manajemen, tetapi berada di sisi Panitia Pelaksana (Panpel) Jember yang menggelar babak 64 dan 32 besar nasional di Jember.

Masalah pertama adalah mengenai penjemputan bus tim Persiharjo Sukoharjo di laga pertama babak 32 besar, saat mereka melawan Pasuruan United.

Tim Persiharjo terpaksa menyewa beberapa mobil online menuju JSG, lantaran mereka tak mendapat fasilitas bus dari panpel. Alias tak dijemput.

Baca Juga: Kemenangan Sia-Sia Macan Raung: Persid Jember Resmi Angkat Koper meski Sukses Tekuk Persiharjo Sukoharjo!

Dwi Joko, pelatih Persiharjo kepada Jawa Pos Radar Jember mengaku kecewa berat akan miskomunikasi yang dialami timnya dari panpel Jember.

"Saya tanya ke pihak panpel, mereka katanya ada miskomunikasi. Tapi miskomunikasinya kok sangat membahayakan begini. Seandainya kalau tim saya tidak menyewa mobil online, tim saya bisa telat datang ke pertandingan,” beber pelatih asli Sukoharjo itu.

Eks pemain Persita Tangerang, Persiba Balikpapan dan Persis Solo itu juga menyebutkan, kejadian itu akhirnya viral ke akun-akun sosial media sepak bola Indonesia.

“Jujur kami sangat menyayangkan kejadian serupa. Apalagi di laga pertama kami di babak 32 besar nasional,” imbuhnya.

Baca Juga: Hasil Minor Persid Jember di Babak 32 Besar Liga 4 Nasional: Ditahan Seri 1-1 dari Pasuruan United

Selain masalah bus tim Persiharjo, masalah kedua soal venue atau stadion pendamping di laga ketiga penentuan antara Pasuruan United melawan Persak Kebumen di Stadion Notohadinegoro.

Padahal stadion ini sebelumnya di babak 64 besar juga dipakai di laga ketiga antara Persemay Maybrat melawan Golden FC.

Di laga Pasuruan United vs Persak itu memang jadi pertandingan penentuan empat tim yang punya peluang lolos.

Hingga akhirnya Pasuruan dan Persak lah yang lolos. Dua tim, Pasuruan United dan Persak sama-sama mengajukan protes ke PSSI pusat soal kondisi lapangan Stadion Notohadinegoro yang memang sangat tidak layak.

Hancur alias lapangan tidak rata. H-1 sebelum pertandingan keputusan dari Sekjen PSSI Yunus Nusi menandatangani keputusan bahwa venue pertandingan dipindah ke Lapangan Glagahwero Kalisat.

Baca Juga: Berikut Klasemen Sementara Grup X 32 Besar Liga 4 Nasional, Persid Jember Jadi Juru Kunci

Tapi, informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember, pihak kepolisian menolak perpindahan venue itu dikarenakan faktor keamanan. Akhirnya, venue tetap kembali ke Stadion Notohadinegoro.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Tohari mengatakan, banyak sekali catatan evaluasi selama pelaksanaan laga putaran 32 Liga 4 Nasional di Jember kemarin. Salah satunya yang paling terpenting yaitu kesiapan sarpras stadion kedua.

"Ini memang menjadi catatan kami, terutama kesiapan prasarana stadion kedua, jika ada dua laga berbarengan," tuturnya.

Selain itu, ia juga menyoroti soal koordinasi lintas instansi. Baginya, okordinasi sudah cukup baik, hanya saja terdapat sejumlah miskomunikasi yang perlu dibenahi.

Baca Juga: Jelang Laga Krusial Liga 4, Gus Fawait Ajak 2,6 Juta Warga Jember Jadi Pemain ke-12 Persid

"Ini menjadi catatan, jika laga mendatang Jember bisa kembali menjadi tuan rumah," imbuhnya.

Tak hanya soal sarpras dan kepanitian. Tohari juga menyoroti pentingnya manajemen yang baik dalam pengelolaan kesiapan tim Persid baik sebelum hingga pelaksanaan liga. "Mulai dari managemen pemain, pelatih hingga kebutuhan tim yang fundamental," pungkasnya.

Sementara itu, M. Farhan manajer Persid U-17 sekaligus masuk dalam kepengurusan Yayasan Persid Jember Baru Jember Maju mengaku prihatin atas kejadian memalukan di luar lapangan itu.

Menurutnya, kesiapan panitia pelaksana akan menjadi catatan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada agenda berikutnya.

Farhan mengatakan, persoalan seperti ini tidak semata menyangkut fasilitas, melainkan juga tata kelola penyelenggaraan.

Komunikasi yang efektif antara panitia pelaksana, klub peserta, perangkat pertandingan, hingga pihak keamanan menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

"Ini harus menjadi evaluasi besar. Standar operasional harus benar-benar disiapkan sejak awal,” tuturnya.

Baca Juga: Resmi Ditunjuk PSSI! Persid Jember Jadi Tuan Rumah Babak 32 Besar Liga 4 Nasional, Intip Persiapan Rahasianya!

Selain itu, koordinasi dan komunikasi antara panitia dengan klub peserta juga harus berjalan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ia berharap seluruh kekurangan yang muncul selama babak 32 besar dijadikan bahan perbaikan sehingga Jember tetap mampu menjadi tuan rumah yang profesional dan layak dipercaya untuk menggelar ajang sepak bola bergengsi berikutnya.

“Tahun ini base macan raung terpilih menjadi tuan rumah, tentu merupakan sinyal positif untuk perkembangan sepak bola Jember,” tutupnya. (dhi/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
#persid jember #liga 4 nasional #stadion jember sport garden #Stadion Notohadinegoro #Macan Raung