Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Padahal Tinggal Dua Langkah Lagi! Ini Drama dan Evaluasi Total di Balik Gagalnya Persid Jember Naik Kasta!

Sidkin • Senin, 22 Juni 2026 | 06:00 WIB
"Anggaran itu memang kami siapkan untuk seluruh perjalanan tim sampai bisa lolos ke Liga 4 dan berkompetisi. Kalau dibandingkan daerah lain, anggaran ini sebenarnya jauh lebih kecil. Karena itu kami harus mengelolanya seefisien mungkin agar bisa bertahan sampai titik ini." Ardi Pujo Prabowo, Ketua Yayasan Jember Baru Jember Maju. (Sidkin Ali/Radar Jember)
"Anggaran itu memang kami siapkan untuk seluruh perjalanan tim sampai bisa lolos ke Liga 4 dan berkompetisi. Kalau dibandingkan daerah lain, anggaran ini sebenarnya jauh lebih kecil. Karena itu kami harus mengelolanya seefisien mungkin agar bisa bertahan sampai titik ini." Ardi Pujo Prabowo, Ketua Yayasan Jember Baru Jember Maju. (Sidkin Ali/Radar Jember)

Radar Jember - Persid Jember harus mengubur mimpinya promosi ke Liga 3 musim depan. Padahal tinggal dua Langkah lagi promosi dari babak nasional Liga 4.

Di balik gagalnya naik kasta musim ini perjalanan Persid di babak nasional diwarnai banyak drama dari luar lapangan, Jawa Pos Radar Jember mengulasnya di edisi Spotlight. Padahal tinggal dua fase grup lagi di babak nasional Liga 4. Yakni babak 16 besar dan 8 besar.

Sebab, hanya 6 tim dari babak 8 besar yang akan promosi ke Liga 3 musim depan sesuai kuota yang ditetapkan PSSI. Tapi, Persid gugur di babak 32 besar Liga 4 nasional.

Baca Juga: Kemenangan Sia-Sia Macan Raung: Persid Jember Resmi Angkat Koper meski Sukses Tekuk Persiharjo Sukoharjo!

Perjalanan Persid musim ini sebenarnya dimulai jauh sebelum bola pertama Liga 4 bergulir.

Seleksi pemain dibuka sejak Agustus 2025 di Stadion JSG Ajung bersamaan dengan diperkenalkannya Agus Yuwono sebagai pelatih kepala.

Dari titik itulah fondasi tim dibangun dengan target yang jelas: membawa Persid naik kasta ke Liga 3.

Selama hampir setahun, yayasan dan manajemen harus berjibaku menjaga roda tim tetap berputar.

Biaya yang dikeluarkan bukan hanya untuk gaji pemain dan pelatih, tetapi juga kebutuhan operasional harian, pemusatan latihan, akomodasi, transportasi, hingga biaya pertandingan saat Persid berstatus tuan rumah.

Baca Juga: Berikut Klasemen Sementara Grup X 32 Besar Liga 4 Nasional, Persid Jember Jadi Juru Kunci

Tak sedikit pula dana yang harus digelontorkan untuk penyelenggaraan pertandingan. Mulai biaya panitia pelaksana, keamanan, perangkat pertandingan, hingga kebutuhan teknis lainnya.

Apalagi Persid beberapa kali dipercaya menjadi tuan rumah pada fase regional Jawa Timur maupun dua kali putaran nasional.

Ketua Yayasan Jember Baru Jember Maju Ardi Pujo Prabowo mengakui musim ini menjadi investasi besar bagi Persid.

Anggaran dari pemerintah daerah yang mencapai sekitar Rp 900 juta harus dikelola seefisien mungkin agar tim mampu bertahan hingga fase nasional.

Menurut Ardi, anggaran tersebut sebenarnya bukan hanya digunakan saat kompetisi berlangsung. Itu terserap untuk persiapan menuju Liga 4 dan modal awal naik ke Liga 3.

Baca Juga: Hasil Minor Persid Jember di Babak 32 Besar Liga 4 Nasional: Ditahan Seri 1-1 dari Pasuruan United

"Anggaran itu memang kami siapkan untuk seluruh perjalanan tim sampai bisa lolos ke Liga 4 dan berkompetisi. Kalau dibandingkan daerah lain, anggaran ini sebenarnya jauh lebih kecil. Karena itu kami harus mengelolanya seefisien mungkin agar bisa bertahan sampai titik ini," katanya, Sabtu (20/6).

Namun investasi besar itu belum berbanding lurus dengan hasil akhir. Persid memang mencatat pencapaian terbaik sejak era Liga 3 amatir.

Kali ini, Persid lolos dari fase regional, menembus semifinal, dan merebut posisi ketiga Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur. Lalu Persid melangkah ke putaran nasional hingga babak 32 besar.

Sayangnya, mimpi promosi harus kandas. Persid kalah bersaing di Grup P putaran nasional setelah hanya mengumpulkan empat poin hasil sekali menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Poin mereka sebenarnya sama dengan Persak Kebumen, tetapi kalah dalam hitungan head to head.

Bagi yayasan, kegagalan itu menjadi pelajaran mahal. Sebab, target yang dipasang sejak awal bukan sekadar lolos nasional, melainkan promosi ke Liga 3.

Baca Juga: Laga Hidup Mati Sore Ini! Persid Jember Usung Misi Balas Dendam Lawan Pasuruan United di Stadion JSG

"Kami mohon maaf kepada masyarakat pecinta sepak bola Jember karena belum bisa mencapai target lolos ke Liga 3. Ke depan, kami akan menyiapkan kerangka tim yang lebih kuat dan memulai lebih awal agar peluang itu bisa diwujudkan," jelas pria yang juga Ketua Komisi C DPRD Jember tersebut.

Karena itu, pembubaran tim yang dilakukan di Hotel Fortuna Grande, Sabtu (20/6), bukan sekadar penutup musim.

Momentum tersebut menjadi titik awal evaluasi menyeluruh, mulai komposisi pemain, sistem manajemen, hingga kesiapan finansial menghadapi kompetisi berikutnya.

"Kalau ingin naik ke level yang lebih tinggi, maka seluruh sistem juga harus naik kelas. Banyak hal yang harus kami evaluasi dan perbaiki untuk musim depan," tegasnya. (kin/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
#persid jember #liga 4 nasional #PSSI Jember #stadion JSG Jember #Macan Raung