RADAR JEMBER - Bagi sebagian besar pecinta sepak bola Indonesia. Kiprah Achsanul Qosasi memang begitu melekat dengan nama Madura United.
Padahal, Achsanul Qosasi pernah tersandung skandal korupsi. Eks petinggi BPK ini pun pernah berstatus sebagai koruptor.
Meski begitu, sampai sekarang Achsanul Qosasi cukup sukses membawa Madura United tetap eksis di Liga 1 atau Super League.
Madura United menjadi tim yang disegani di kancah Liga 1 2017. Terbukti, mereka berhasil finis di peringkat lima pada klasemen akhir Liga 1.
Prestasi itu patut diacungi jempol. Sebab, Madura United baru terbentuk pada 2016.
Ya, sejarah berdirinya Madura United terjadi pada hari ini 10 Januari 2016.
Berawal dari pergerakan yang dilakukan oleh CEO PT Polana Bola Madura Bersatu Achsanul Qosasi yang mengakuisisi penuh Persipasi Bandung Raya (PBR).
Achsanul mengaku, dirinya sudah lama melakukan penjajakan dengan PBR.
Dia menjelaskan, setelah tak lagi terlibat dalam pengelolaan Persepam Madura Utama (dahulu Persepam Madura United) usai terdegradasi ke Divisi Utama, dia sudah mengincar beberapa klub untuk diakuisisi.
Dari sejumlah klub yang sudah diincar, Achsanul menangkap peluang besar ada di PBR. Sebab dibandingkan dengan klub lain, PBR paling memungkinkan diboyong ke Madura.
Setelah beberapa kali melakukan pembicaraan dengan pemilik lama PBR Arie Sutedy, akhirnya terjadi kesepakatan. Pada 10 Januari 2016 dilakukan penandatanganan kesepakatan antara kedua belah pihak.
Baca Juga: TACKLE HOROR Pemain PSS Sleman Hanya Berbuah Kartu Kuning! Injai Tak Ada Respect ke Pemain Deltras?
Namun, karena masih menyelesaikan sejumlah persyaratan administratif, Achsanul baru mengumumkan pengambil alihan ini pada 22 Januari.
Karena proses akuisisi dilakukan secara penuh, Achsanul akhirnya mendapatkan keistimewaan mengubah nama klub menjadi Madura United.
“Peralihan nama menjadi Madura United merupakan anugerah bagi masyarakat, suporter, dan para penggemar sepak bola di Madura. Kami bangga dengan nama Madura United,” tutur Achsanul Qosasi.
Editor : M. Ainul Budi