Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Viking Resmi Berpisah Pelan-pelan dengan Bonek? Ini Kronologi dan Rilis Resmi VPC

M. Ainul Budi • Kamis, 5 Maret 2026 | 13:44 WIB

Gambar Viking Bonek Satu Hati
Gambar Viking Bonek Satu Hati

RADAR JEMBER - Slogan Viking Bonek Satu Hati sudah terkenal di dunia suporter kurang lebih 10-15 tahun silam hingga sekarang.

Dua suporter besar di Indonesia ini memang terkenal dengan persehabatan ikoniknya. Viking dengan darah birunya. Dan Bonek dengan terkenal aksi nekatnya. 

Namun, sekarang kedua suporter seakan perlahan berpisah. 

Media sosial tengah ramai memperbincangkan keributan antara pendukung Persib Bandung dan pendukung Persebaya Surabaya.

Dari kabar yang beredar di media sosial pendukung Persib yakni Viking Persib Club (VPC) diserang oknum suporter Persebaya.

Akun instagram bandungfootballrocknroll membeberkan kronologi keributan yang terjadi antara VPC dan oknum suporter Persebaya.

Tepatnya pada 1 Maret 2026, rombongan VPC melakukan away ke Surabaya untuk menjalin silaturahmi dengan para suporter Persebaya.

Pada pukul 17.30 WIB, rombongan VPC disambut oleh Rendi dan kawan-kawan di Markas besar Yayasan Suporter Persebaya (YSS) sembari melaksanakan buka puasa.

“Setelah buka puasa lanjut ditemani Cak Rendi menemui Papap Hasan Tiro sesepuh dari tribun PSK (Persebaya sampai Kiamat) juga diterima baik dan banyak bertukar pendapat dan tetap merawat persaudaraan,” tulisnya.

Setelah itu, rombongan menghampiri kelompok tribun kidul yang juga diterima dengan baik dan sangat welcome hingga mengajaknya untuk ke tribun. Termasuk saat menuju geet 21 yang merupakan basis Bonek Almarhum Joner.

“Sekitar pukul 12.30 malam, rombongan menuju hotel tempat istirahat di Hotel Oval Jalan Diponegoro Surabaya dan dikawal oleh teman-teman Viking Surabaya,” tulisnya kembali.

Saat seorang bernama Febri tengah mengurus administrasi hotel, sebagian Viking Surabaya berada di luar hotel.

Namun, tiba-tiba kurang lebih sekitar 30 orang dengan memakai atribut bebas dan jaket hitam melakukan penyerangan hingga masuk sampai lobby hotel.

“Dan dari kita ada korban yaitu anak Viking Surabaya luka di kepala, berdarah serta hidung. Kaos dirampas, Iphone, sepatu dan jaket dan uang Rp1 juta. Total kerugian kurang lebih Rp11 juta,”

Setelah itu pihak Hotel melakukan pelaporan ke pihak Kepolisian. Lantas VPC berkoordinasi dengan Bonek, YSS dan Tribun Kidul yang langsung mendatangi TKP.

“Disaat sedang melakukan verifikasi lapangan padahal saat itu ada Kapolres kurang lebih pukul 3, ada lagi sekelompok massa dari luar menyerang dengan menggunakan petasan hingga temen-teman YSS dan tribun kidul menghadang mengejar begitu pula kepolisian. Akhirnya siaga 1 di hotel dijaga satu pleton Dalmas dan satu unit Jatanras Polrestabes Surabaya,”

Mengingat situasi tidak kondusif, maka rombongan VPC dilarang masuk ke Stadion Gelora Bung Tomo sebagai tempat diselenggarakan pertandingan Persib kontra Persebaya. Hingga akhirnya rombongan meninggalkan hotel pada 2 Maret 2026, pukul 12.00 siang.

“Dan kita akhirnya nobar di sekitaran Jombang Jawa Timur yang difasilitasi dari teman-teman pendukung Persik Kediri dan Resa Viking Mojokerto,” tulisnya mengakhiri tertanda Arvio Pratama.

Ketua Umum VPC, Tobias Ginanjar Sayidina pun memberikan pernyataan dalam akun X pribadinya terkait kejadian tersebut. Menurutnya organisasinya selalu terbuka dan ingin bersahabat dengan siapapun.

“Namun kita tidak mau memaksakan apalagi sampai mengemis meminta-minta kepada pihak-pihak yang memang tidak mau bersahabat dengan kita,” tulis Tobias.

Ia menyatakan kehadiran VPC ke Surabaya hanya ingin mengawali niatan baik dengan berupaya membalas jalinan silaturahmi dan kunjungan perwakilan kelompok Bonek yang pernah diterima baik pada putaran pertama lalu.

“Namun disamping kelompok yang ingin bersahabat ternyata ada kelompok-kelompok yang mempunyai niatan lain,” tambahnya.

Tobias juga mengaku mendapatkan informasi bahwa pihak kepolisian sudah menangkap 10 pelaku yang melakukan penyerangan tersebut.

“Tentunya VPC menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan mempercayakan penegakan hukum yang sedang berjalan kepada Polrestabes Surabaya untuk dapat menangani hal tersebut secara profesional,” tutup Tobias.

Editor : M. Ainul Budi
#Persebaya #polrestabes surabaya #viking #persik kediri #suporter #persib #stadion gelora bung tomo #bonek