RADAR JEMBER - Kekecewaan mendalam tampak dari raut wajah pelatih Persija, Mauricio, usai timnya gagal mengamankan poin penuh dalam laga terbaru mereka.
Meskipun tampil dominan dan menciptakan banyak ancaman ke lini pertahanan lawan, tim berjuluk Macan Kemayoran ini harus puas berbagi angka setelah gagal mengonversi sejumlah peluang matang menjadi gol.
Dalam keterangannya usai pertandingan, Mauricio menyoroti ketajaman lini depan timnya sebagai faktor utama di balik kegagalan meraih kemenangan.
Usai pertandingan, pelatih Mauricio Souza mengungkapkan pandangannya terkait jalannya laga.
“Saya rasa kami seharusnya bisa menang sejak babak pertama. Kami memiliki setidaknya empat peluang emas untuk mencetak gol di babak pertama. Kami seharusnya bisa mencetak gol karena dalam pertandingan besar seperti ini, kami tidak bisa menyia-nyiakan begitu banyak peluang. Di babak kedua, permainan lebih seimbang."
"Kami mencetak gol di awal, lalu entah mengapa tim saya berhenti bermain setelah gol tersebut. Setelah gol itu, kami mulai bertahan tidak seperti sebelumnya dan memainkan bola yang tidak bagus,” kata Mauricio.
Ia pun merangkum sejumlah faktor yang menghambat tren kemenangan Persija.
“Ada kurangnya usaha, kurangnya komitmen defensif, kurangnya pemahaman momen pertandingan, bahwa saat tertentu ‘saya tidak perlu lagi menyerang dan harus mulai bertahan’. Sisi tengah terbuka pada gol penyama kedudukan karena tidak terlindungi dengan baik,” ujar Mauricio.
Editor : M. Ainul Budi