RADAR JEMBER - Hasil minor harus diterima oleh raksasa asal Surabaya, Persebaya, dalam laga tandang mereka. Bertamu ke markas Persijap Jepara pada Minggu (22/2/2026), tim berjuluk Bajol Ijo tersebut dipaksa menyerah dan pulang tanpa poin setelah kalah telak 3-1.
Kekalahan ini menjadi sorotan tajam bagi para pendukung setia, Bonek, karena Persebaya dinilai tampil di bawah performa terbaiknya dan seolah "kehilangan taring" saat menghadapi perlawanan sengit dari tuan rumah di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Jalannya Pertandingan dan Gol Persijap
Sejak peluit awal dibunyikan, Persijap Jepara langsung mengambil inisiatif serangan. Dukungan penuh dari suporter tuan rumah membuat tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut tampil sangat percaya diri.
Selama laga berlangsung Persebaya kesulitan mengembangkan permainan. Tidak adanya striker murni Persebaya memasang Alfan Suaib di depan. Lini tengah yang diisi Toni Firmansyah, Milos Raickovic dan Rivera kalah bertarung sepanjang laga.
Absennya Risto Mitrevski lini belakang digalang Leo Lelis dan Gustavo Fernandes.
Lini Depan yang Tumpul
Salah satu poin utama yang menjadi evaluasi dalam laga ini adalah buruknya penyelesaian akhir dari lini depan Persebaya. Strategi yang diterapkan oleh pelatih tidak berjalan mulus karena koordinasi antarpemain sering kali terputus. Kekalahan ini sekaligus memutus tren positif yang sempat dibangun Persebaya pada laga-laga sebelumnya.
Dampak di Klasemen
Dengan hilangnya tiga poin di Jepara, posisi Persebaya di papan klasemen kini terancam tergeser oleh tim-tim di bawahnya.
Manajemen dan tim pelatih dituntut segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada efektivitas penyerangan, sebelum menghadapi laga berikutnya demi menjaga peluang bersaing di papan atas.
Kekalahan ini membuat Persebaya terancam turun dari peringkat klasemen sementara, Ini kekalahan kedua beruntun sejak diasuh Bernardo Tavares. Seusai laga Tavares mengakui penampilan Persebaya tidak maksimal.
“Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. (Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas,” kata Tavares.
Tavares juga menyoroti perihal kelemahan dalam antisipasi tendangan bebas lawan yang menjadikan gol ke gawang Persebaya.
“Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut,” terang Tavares.
Editor : M. Ainul Budi