radar jember - PSSI resmi menetapkan Surabaya sebagai kandang Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday September 2025.
Skuad Garuda akan menjamu Kuwait dan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Laga ini jadi bagian dari persiapan menuju Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Surabaya dipilih karena cuacanya yang panas dianggap cocok untuk simulasi kondisi di bulan Oktober nanti.
Tak hanya skuad Garuda senior, tetapi skuad junior juga akan menjalani laga internasional.
Nantinya, dua stadion terbaik di Jawa Timur yaitu Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo akan ditunjuk sebagai venue pertandingan.
Timnas Indonesia U-23 dijadwalkan bertanding di Stadion homebase Deltras FC Sidoarjo itu dalam Kualifikasi AFC U-23 Asian Cup menghadapi Korea Selatan, Laos, dan Makau.
Dengan adanya dua laga di stadion yang menjadi homebase Persebaya dan Deltras Sidoarjo, akankah mengganggu jadwal pertandingan liga yang akan dimainkan keduanya?
Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun menegaskan bahwa pelaksanaan pertandingan Tim Nasional Indonesia tidak akan mengganggu jalannya liga termasuk yang digelar di Jawa Timur.
“Pertandingan Timnas digelar saat FIFA Match Day, jadi Liga 1 berhenti. Tidak akan mengganggu jadwal klub seperti Persebaya,” kata Erick seperti dikutip dari Antara.
Ia menyatakan bahwa jadwal liga yang dibuat sudah disesuaikan dengan jadwal FIFA Matchday. Maka dari itu, dalam proses penyusunannya, diupayakan tidak sampai bentrok dengan jadwal Timnas Indonesia.
“Kami pastikan liga jalan, Timnas juga jalan. Semuanya kami atur agar tidak saling bertabrakan,” tegasnya.
Sementara itu Dipilihnya lawan, Kuwait dan Lebanon, merupakan pencerminan tantangan Timnas Indonesia ke depan.
Yang di mana skuad asuhan Patrick Kluivert itu akan mengikuti ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika, Oktober 2025 bulan berikutnya.
Nantinya, Jay Idzes dkk akan bersaing dengan bangsa Arab, seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Irak, dan Oman.
Total 6 tim akan dibagi menjadi dua grup penyisihan.
Editor : M. Ainul Budi