Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Potret TKA Pelosok Jember: Guru SDN Badean 02 Rela Pinjamkan Laptop Pribadi demi Ujian Siswa

Yulio Faruq Akhmadi • Senin, 30 Maret 2026 | 07:00 WIB
FOKUS: Siswa SDN 02 Badean di Kecamatan Bangsalsari Jember mengikuti simulasi TKA dengan meminjam Laptop Guru. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
FOKUS: Siswa SDN 02 Badean di Kecamatan Bangsalsari Jember mengikuti simulasi TKA dengan meminjam Laptop Guru. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Tantangan bagi sekolah di wilayah terpencil yang akan melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada Bulan April 2026 cukup kompleks.

Jika persiapannya dilakukan dengan matang, TKA yang akan digelar pasti bisa lancar. Sebaliknya, jika kurang siap, maka ujian tersebut bisa menemukan kendala yang serius.

Seperti SDN Badean 02, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember juga memiliki sederet tantangan.

Ujian berbasis daring tidak hanya tentang kesiapan siswanya. Akan tetapi keterbatasan perangkat dan jaringan juga menjadi PR tersendiri.

Baca Juga: Pelajar Asal Lumajang Hilang Terseret Arus Sungai Bondoyudo Kencong Jember

Kepala SDN Badean 02 Ashari mengatakan, jumlah perangkat yang dimiliki sekolah masih sangat terbatas.

Saat ini sekolah hanya memiliki tiga laptop, bantuan pemerintah yang dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan ujian.

Untuk menutupi kekurangan perangkat, pihak sekolah terpaksa meminjam laptop milik para guru.

Bahkan semua guru harus merelakan laptop pribadinya dipinjam untuk mengantisipasi kendala teknis saat ujian berlangsung.

Baca Juga: Pemuda Asal Cianjur ‘Ditelan’ Ombak Papuma Jember, Korban Berangkat Bersama Rombongan 13 orang dari LDII PAC Umbulsari

“Kami hanya punya tiga laptop bantuan. Sisanya menggunakan laptop guru, dan kami siapkan juga cadangan kalau ada kendala,” ujarnya.

Jumlah peserta TKA dari SDN Badean 02 sebenarnya tidak banyak. Tahun ini hanya ada delapan siswa kelas enam yang mengikuti ujian.

Meski demikian, keterbatasan perangkat tetap menjadi perhatian. Sekolah juga harus menyesuaikan lokasi pelaksanaan ujian agar mendukung koneksi internet dan instalasi listrik.

Oleh karena itu, pihak sekolah memutuskan menggunakan ruang kelas dua sebagai tempat ujian. 

Ruangan tersebut dipilih karena berada dekat dengan titik jaringan wifi serta memiliki instalasi listrik yang lebih stabil.

Selain perangkat, persoalan lain yang juga menjadi kekhawatiran adalah jaringan internet dan listrik.

Baca Juga: Lonjakan Bencana di Jember: 86 Kejadian Selama Februari, Pemkab Diminta Perkuat Anggaran Darurat

Menurut Ashari, wilayah sekitar sekolah cukup sering mengalami pemadaman listrik. “Kalau cuaca buruk, seperti angin kencang, mendung atau hujan, otomatis sinyalnya lemot,” katanya.

Lebih jauh, jika pemadaman terjadi saat ujian berlangsung, proses pelaksanaan TKA secara otomatis tidak bisa dilanjutkan.

“Di sini cukup sering terjadi pemadaman listrik. Kalau sampai mati listrik saat ujian tentu akan berbahaya,” jelasnya.

Baca Juga: Mobil Usai Isi BBM Terbakar di SPBU Sempolan Jember, Diduga Akibat Audio Masih Menyala

Untuk mengantisipasi masalah yang mungkin timbul saat TKA berlangsung, pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan penyedia jaringan untuk meningkatkan speed internet saat ujian berlangsung.

“Bahkan dari Dispendik juga sudah koordinasi dengan PLN agar tidak ada pemadaman saat TKA berlangsung,” ungkapnya.

Untuk diketahui, simulasi TKA di SDN Badean 02 sudah dilangsungkan pada 9 dan 12 Maret lalu.

Sementara TKA yang sesungguhnya direncanakan akan dilangsungkan pada 12 dan 16 April mendatang.

Ashari memastikan anak didiknya cukup siap menghadapi ujian berbasis online itu.

“Mereka sebenarnya sudah pernah mengikuti ANBK saat kelas lima. Jadi sudah tidak kaget dengan sistem ujian berbasis online,” pungkasnya. (yul/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#tes kompetensi akademik #Jember #ANBK #SDN #tka #Dispendik Jember