Radar Jember - Match perdana Persid Jember pada Liga 4 Nasional di Stadion Jember Sport Garden (JSG), Minggu (31/5), menghadirkan pemandangan yang tak biasa.
Sosok pelatih kepala yang berdiri di pinggir lapangan bukan lagi Agus Yuwono lagi, melainkan Nurul Huda.
Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Agus Yuwono menyampaikan dirinya resmi mundur dari kursi kepelatihan Persid Jember pada Sabtu, 23 Mei lalu.
Dia enggan menjelaskan lebih jauh apa yang terjadi di balik keputusan tersebut. Agus hanya menegaskan bahwa dirinya dan manajemen tidak mencapai kesepakatan.
Baca Juga: UIN KHAS Jember Siapkan Beasiswa Khusus untuk Skuad Persid
"Saya nggak mau bahas apa yang terjadi di belakang. Yang bisa saya sampaikan, ini adalah keputusan profesional setelah kedua pihak tidak mencapai kesepakatan," ujarnya.
Sekadar diketahui, Agus Yuwono merupakan pelatih yang berhasil membawa Persid Jember finis di peringkat keempat Liga 4 Jatim sekaligus memastikan tiket ke putaran nasional. Pelatih berlisensi AFC A itu kini mengaku belum menjalin kontrak dengan klub baru.
"Saat ini masih belum melatih. Sekadar main bola sama teman-teman sambil memantau SSB. Sudah ada beberapa klub yang menghubungi, tapi belum ada kesepakatan," katanya.
Sementara itu, pelatih anyar Persid Nurul Huda mengaku sempat berkomunikasi dari hati ke hati dengan Agus Yuwono sebelum menerima tawaran menangani Persid. Dia mengaku tidak langsung menerima tawaran untuk bergabung dengan tim berjuluk Macan Raung tersebut.
Baca Juga: Jadwal Resmi Grup P Piala Presiden: Persid Jember Mulai Kampanye Berburu Tiket Emas 31 Mei!
"Sebelum memutuskan melatih Persid, saya sudah banyak cerita dengan Coach Agus (Agus Yuwono, Red)," katanya.
Nurul Huda yang sebelumnya merupakan asisten pelatih Deltras Sidoarjo dan selanjutnya menjadi pelatih pengganti atau pelatih interim (caretaker) Deltras. Pada Liga 2 wilayah Timur, Deltras finis di urutan 5 klasemen.
Kini, Nurul Huda kini dihadapkan pada tantangan membawa Persid bersaing di putaran nasional dan menjaga peluang promosi ke Liga 3. Meski demikian, dia memilih fokus pada target jangka pendek. "Semua inginnya naik ke Liga 3, tapi targetnya ya lolos dulu, lolos dari setiap fase," ujarnya.
Lebih jauh, proses pergantian yang berlangsung mendadak membuat tantangan Huda bukan hanya menghadapi lawan-lawan berat di level nasional, tetapi juga membangun chemistry dengan para pemain.
Pasalnya, dia hanya memiliki waktu yang terbatas untuk mengenal karakter anak asuhnya sebelum laga perdana.
"Saya hanya punya waktu dua kali tatap muka sebelum pertandingan lawan Golden FC kemarin. Tantangannya tentu harus bisa adaptasi cepat untuk memahami karakteristik tiap-tiap pemain," pungkasnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Persid Jember, Ardi Pujo Prabowo menyampaikan, pelatih sebelumnya Agus Yuwono mundur secara mendadak seminggu sebelum berlangsungnya putaran Liga 4 Nasional.
Dia juga menyampaikan bahwa pihak manajemen dan yayasan telah memberikan hak penuh sesuai kontrak yang disepakati.
“Kami langsung rapat manajemen akhirnya diputuskan untuk merekrut coach Nurul Huda, kami rasa dia memiliki prestasi dan track record yang sangat bagus dan bisa memimpin Persid”, ujarnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh