Radar Jember - Suporter Persid Jember memadati Alun-Alun Jember, kemarin (23/1).
Mereka berdiri dan duduk menatap layar videotron yang menayangkan laga tim kebanggaan Jember melawan Perseba Bangkalan.
Nonton bareng ini menjadi cara baru menjaga bara semangat sekaligus ruang refleksi bagi para pendukung setia.
Momentum tersebut juga menjadi hikmah setelah insiden kerusuhan pada laga babak 16 besar melawan Persida Sidoarjo.
Insiden itu berujung sanksi, sehingga dua laga lanjutan tidak dapat digelar secara normal di kandang sendiri.
“Kami ingin menjadikan ini sebagai pelajaran. Dukungan tetap ada, tapi tidak sampai merugikan tim,” ujar Ketua Supporter South Sector Persid Jember, Jefri Ari.
Mobilisasi suporter ke Alun-Alun Jember bukan tanpa alasan.
Jefri menyebut, inisiatif tersebut datang langsung dari para anggota yang ingin tetap memberikan dukungan penuh bagi Persid Jember.
Sebelumnya, saat laga melawan PS Mojokerto Putra pada Rabu (21/1), mereka menggelar nonton bareng secara sederhana di sebuah kedai di Kecamatan Ajung.
“Supporter meminta difasilitasi lebih besar di alun-alun agar kebersamaan dan solidaritas semakin terasa,” katanya.
Bagi para suporter, layar videotron tidak mengurangi rasa memiliki terhadap tim kebanggaan arek-arek Jember itu.
Setiap peluang tetap disambut teriakan, sementara tekanan lawan membuat jantung ikut berdebar.
Mereka ingin menunjukkan bahwa dukungan tidak selalu harus hadir secara fisik di stadion.
“Harapannya, ini bisa membuat suporter semakin solid dan tetap mendukung Persid di mana pun bermain. Kalau nanti kembali jadi tuan rumah, kami siap hadir lebih banyak dan tentunya dengan dukungan yang lebih tertib,” tegasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh