BANDUNG, Radar Jember - Jalan panjang menuju pesepak bola profesional ditempuh Al Razy Fabian, bocah asal Jember yang kini bergabung dengan Nova Arianto Academy.
Pilihan itu diambil sang ibu, Mila Wahyuningtyas, karena akademi besutan asisten pelatih Timnas Indonesia tersebut menawarkan peta karir yang jelas dan terukur.
Mila menuturkan, alasan utama dirinya mempercayakan pembinaan anaknya ke akademi ini lantaran Nova Arianto tidak hanya membangun keterampilan sepak bola, tetapi juga menyiapkan fondasi fisik, taktik, mental, dan teknik.
Empat aspek tersebut menjadi target pembinaan yang disusun dalam kurikulum akademi.
“Di sini jelas ada target tiap tahun. Tidak sekadar main bola, tapi ada roadmap sampai anak siap ke level profesional,” ujarnya.
Razy kini masuk kelompok elit, yakni kelompok dengan format pertandingan 11 lawan 11. Nova Arianto, yang juga membawa timnas Indonesia u17 lolos Piala Dunia, disebut mampu mengidentifikasi kelemahan pembinaan di Indonesia.
Karena itu, ia menekankan pentingnya target tahunan agar pembinaan tidak berhenti pada sekadar mengejar trofi usia dini.
“Sejak awal coach Nova selalu menegaskan, akademi ini bukan mengejar juara, tapi membentuk pemain. Itu yang membedakan,” tambah Mila.
Dalam setiap sesi diskusi, Nova Arianto kerap menyinggung kesalahan pola pikir orang tua.
Ia menyebut adanya miskonsepsi, yakni mengukur sukses dari sekadar juara kelas atau juara turnamen.
Menurutnya, cara pandang itu justru membatasi potensi anak.
“Coach Nova selalu mengingatkan, tugas akademi ini membentuk pemain dengan kurikulum, tahapan, dan target yang harus dicapai, bukan hanya piala,” jelas Mila.
Keunggulan lain akademi ini, lanjutnya, adalah keterlibatan langsung Nova Arianto dalam proses pembinaan.
Minimal sebulan sekali, Nova turun memantau latihan, berdiskusi dengan pelatih, serta bertemu para orang tua dalam forum parenting.
Bahkan akademi ini mendapat hak khusus untuk mengikuti kompetisi elit seperti Nusantara Open dan Garuda Internal Cup, yang selama ini menjadi jalur talent scouting timnas. (yul/nur)
Editor : M. Ainul Budi