DABASAH, Radar Ijen - Langkah Persebo 1964 Bondowoso berjalan mulus di Liga TopSkor Nasional. Dengan menjadi juara grup, pasca mendapat tiga kemenangan dari tiga pertandingan yang dijalankan. Meski demikian mereka tak boleh puas, karena targetnya adalah masuk 4 besar.
Menjadi juara geub bukan hal yang mudah untuk Persebo 1964, selain harus menghadapi kokohnya pertahanan lawannya. Mereka juga harus melakukan adaptasi dengan cepat, terhadap lapangan yang digunakan. Bahkan recovery pemain harus dilakukan dengan tepat, akibat padatnya jadwal yang harus dilakoni.
Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra mengatakan, meski jadwal padat namun recovery pemain dipastikan tetap dapat dilakukan dengan baik. Biasanya pasca menjalani laga, mereka akan melakukan relaksasi di kolam renang dengan suhu yang cukup dingin. Sebagai pengganti ice bath yang biasa mereka gunakan ketika di Bondowoso. “Biasanya memang ice bath, tapi di Jakarta ini kami gak punya itu,” katanya.
Selain itu, pria yang akrab disapa Bangkit itu juga menyebut, dengan kemampuan pemain saat ini menargetkan lolos ke empat besar. Namun, hal tersebut tidak dibarengi dengan kemampuan anggaran. Untuk berlaga di liga nasional itu, anggaran yang digunakan adalah hasil swadaya dari pengurus Askab PSSI, orang tua atlet, hingga Dina Lorenza, anggota DPR RI Fraksi Demokrat. “Kendala kami adalah finansial untuk saat ini,” imbuhnya.
Meski demikian, pria yang menjabat sebagai Anggota DPRD Bondowoso itu menyebut, para pemain dipastikan mendapatkan fasilitas yang memadai. Pemain tinggal di apartemen yang sudah disiapkan, makanan pun dianggap layak untuk para atlet. “Walaupun tidak mewah, tapi Alhamdulillah tercukupi,” tuturnya.
Diketahui dalam Liga TopSkor Nasional Persebo 1964 dalam grup I. Bersama Klub SKO Surakarta, Klub Kakimas Dampit, serta Klub TSI Sumut Putih. Dari tiga pertandingan tim asal Bumi Ki Ronggo berhasil mendapatkan 9 poin, pasca mengalahkan semua lawannya. Saat ini mereka tengah menatap fase knock out. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi