Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Diduga Tak Berintegritas Calon Exco Askab PSSI Jember Tetap Melaju, Terduga Pemalsuan Identitas Menyebut Tudingan Tak Benar

M. Ainul Budi • Kamis, 1 Mei 2025 | 21:58 WIB

 

Komite Pemilihan dari Askab PSSI Jember. (YULIO/RJ)
Komite Pemilihan dari Askab PSSI Jember. (YULIO/RJ)

AJUNG, Radar Jember - Komite Banding Askab PSSI Jember menyatakan tidak memiliki keterkaitan antara dugaan pemalsuan identitas pemain bola yang dilakukan salah satu calon exco.

Seperti protes yang dilayangkan Direktur SSB JFoS Indonesia Mila Wahyuningtyas terhadap Denny Ariyanto salah satu calon exco.

Ketua Komite Banding Askab PSSI Jember Ardhianto Oky Wijaya menjelaskan, satu voter atas nama Mila Wahyuningtyas mendatangi Kantor Askab PSSI Jember untuk mengajukan banding, Jumat (25/4) lalu.

Menurutnya, pengajuan banding hanya diperuntukkan kontestan atau calon exco yang merasa dirugikan atas keputusan hasil verifikasi.

“Jadi, tidak bisa dianggap sebagai banding. Jatuhnya protes,” jelasnya.

Lebih lanjut, Oky menjelaskan, protes tersebut dilakukan atas tuduhan terhadap salah satu calon exco yang dianggap pernah melakukan kecurangan berupa pemalsuan data pemain. Sehingga, calon exco yang bersangkutan dianggap tidak memiliki integritas dan dianggap tidak layak untuk terus melaju dalam kontestasi perebutan kursi kepengurusan Askab PSSI Jember.

Namun, Oky menyebut, protes tersebut tidak bisa dia tindak lanjuti. Sebab, hal itu bukan lagi ranahnya.

Selain itu, bukan wilayahnya untuk membuktikan kebenaran atas tuduhan yang diberikan.

“Seharusnya dugaan kecurangan disampaikan ke Komdis (Komite Disiplin, Red). Jadi, mereka yang kemudian menyelidiki apakah benar terjadi kecurangan. Kalau memang terbukti curang, maka yang bersangkutan akan mendapat sanksi. Kalau ada sanksi, baru bisa digugurkan dari pemilihan exco,” terangnya.

Sementara itu, Mila Wahyuningtyas menganggap penolakan tersebut adalah keputusan yang tidak adil. Menurutnya, dugaan kecurangan disertai bukti yang dia bawa sudah membuktikan bahwa salah satu calon exco yang bersangkutan tidak memiliki integritas. Padahal integritas adalah syarat mutlak yang harus dimiliki calon exco.

Hal itu telah tercantum pada persyaratan pendaftaran exco.

“Seharusnya kan mudah bagi mereka (Komisi Banding, Red) untuk melakukan verifikasi kebenaran bukti yang saya bawa. Tetapi, mereka terkesan tutup mata untuk penegakan keadilan,” sebutnya.

Perempuan yang akrab disapa Tyas itu juga menyayangkan penolakan yang hanya disampaikan melalui lisan. Tyas meminta agar apa pun respons dari Komite Banding Askab PSSI Jember tetap disampaikan secara resmi dan tertulis.

“Kalau penolakannya disampaikan secara tertulis kan bisa saya pakai untuk diteruskan ke Asprov, misalnya. Kalau hanya lisan begini, saya malah merasa ini mencurigakan,” terangnya.

Sementara itu, Denny Ariyanto menegaskan, dirinya sama sekali tidak melakukan kecurangan seperti yang dituduhkan Tyas.

Menurutnya, seandainya kecurangan itu terjadi, maka hal itu akan langsung ditindak oleh komite disiplin.

“Itu kompetisi resmi, diawasi komite disiplin, kalau ada kecurangan, ya, pasti sudah ditindak saat itu,” jelasnya.

Denny melanjutkan, kalaupun seandainya timnya terbukti melakukan kecurangan, maka hal itu tidak memiliki korelasi dengannya maupun Kongreslub Askab PSSI Jember.

Sebab, pemilihan pemain pada kompetisi merupakan tanggung jawab manajer dan pelatih yang telah ditunjuk. “Jadi, jangan salah paham. Murid saya banyak, saya tidak tahu mana yang bermain, itu tanggung jawab manajer,” terangnya. (yul/c2/nur)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #ASKAB #PSSI