Radar Jember – Menjelang dimulainya Liga 4 Jawa Timur, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur menggelar rapat manajer yang dihadiri oleh seluruh perwakilan klub peserta, kecuali Persewangi Banyuwangi yang sedang berduka akibat kecelakaan tragis yang menimpa rombongan pelatih Syamsuddin Batola.
Sebanyak 66 tim dipastikan akan berpartisipasi dalam kompetisi amatir yang sebelumnya dikenal dengan nama Liga 3 Jawa Timur. Perubahan ini terjadi setelah kebijakan dari PSSI Pusat yang meluncurkan Liga Nusantara, yang pesertanya terdiri dari enam klub Liga 2 dan sepuluh tim dari 16 besar Liga 3 musim 2023/2024.
"Liga 4 Jawa Timur ini memiliki jumlah peserta terbanyak di Indonesia," ungkap Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Dyan Puspito Rini.
Kompetisi Liga 4 kali ini akan menggunakan format home tournament dengan sistem setengah kompetisi. Pada babak penyisihan, tim-tim akan dibagi ke dalam 16 grup, dengan setiap grup terdiri dari empat atau lima tim.
"Saat ini sudah ada 14 tuan rumah yang siap. Pada babak penyisihan grup nanti, ada 14 grup dengan empat tim di masing-masing grup, dan dua grup lainnya akan diisi lima tim," jelasnya.
"Persewangi hingga kini belum membatalkan rencana menjadi tuan rumah meski ada kabar duka mengenai meninggalnya pelatih kepala mereka. Kami masih mencatatnya sebagai tuan rumah, namun ke depannya kami belum tahu apa yang akan terjadi."
Calon tuan rumah Liga 4 mencakup Persewangi Banyuwangi, Mitra Surabaya, Persid Jember, Perseba Bangkalan, Persida Sidoarjo, Sinar Harapan Sidoarjo, Arema Indonesia, Persikoba Batu, Triple’s Kediri, Persedikab Kediri, Inter Kediri, Nganjuk Ladang, Persepon Ponorogo, dan dua lainnya yang akan ditangani langsung oleh Asprov.
"Saat ini ada 14 tuan rumah, sementara dua sisanya akan dikelola oleh Asprov," tambahnya.
Liga 4 Jatim direncanakan dimulai pada 5 Januari 2025 dan diharapkan selesai pada 28 Februari 2025. Pembukaan kompetisi akan dilaksanakan di Stadion Jember Sport Garden.
"Intinya, kami akan berusaha menyelesaikan kompetisi ini sebelum bulan Ramadan," ujarnya.
PSSI Jatim belum menetapkan target khusus untuk kompetisi ini karena masih menunggu kejelasan mengenai status Liga 3 dan Liga 4 ke depan.
“Kami masih menunggu kebijakan dan sosialisasi dari pusat. Kami tidak ingin Liga 4 dipersepsikan sebagai degradasi, melainkan sebagai perubahan sistem yang perlu kami sosialisasikan secara bersama," pungkasnya. (ving)
Editor : Radar Digital