BANYUWANGI, Radar Ijen – Pertandingan melawan NZR Sumbersari, Kamis (14/12) kemarin, bisa jadi laga paling menyakitkan bagi Persebo Muda. Sebab, Persebo Muda harus benar-benar mengevaluasi skuad mereka, karena dipaksa menyerah 6-0 (4-0) oleh NZR Sumbersari di Stadion Diponegoro Banyuwangi.
Setelah 19 menit pertama bermain saling menyerang, NZR Sumbersari menyarangkan bola ke gawang Persebo Muda di menit ke-20. Tiga menit berselang gol kedua tercipta. Gol ketiga lahir di menit 29. Sedangkan gol terakhir di babak pertama dicetak pada menit ke-38. Sementara, di babak kedua, gol kelima dan keenam masing-masing tercipta di menit 68 dan 75.
Hal ini membuat Persebo Muda menjadi klub dengan kekalahan dan kebobolan terbanyak di Grup B Liga 3. Persebo muda berada di posisi juru kunci klasemen sementara Grup B, tanpa memperoleh poin sama sekali.
Saat jeda beberapa hari lalu, pelatih Persebo Muda, Danok Danok Sujianto, menyebut, pihaknya akan melatih mental pemain. Namun, dari kekalahan ini, mental pemain masih belum sesuai harapan. “Ada penurunan kepercayaan diri setelah kebobolan pertama. Kemudian, membuat tim mudah kebobolan di menit-menit selanjutnya,” ungkapnya.
Hasil ini akhirnya mematahkan target mereka untuk meraih kemenangan di pertandingan pertama putaran kedua. Sementara, menjelang laga kontra Persewangi Banyuwangi, Danok tak berharap banyak. Seri saja sudah cukup baginya. “Lawan Persewangi selanjutnya, mungkin hasil imbang sudah bagus. Tapi, tentu semuanya masih berharap Persebo Muda menang,” ujarnya. (mg1/c2/dwi)
Editor : Radar Digital