alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Semangat Bersama Patuhi Aturan Pemerintah

Demi Idul Fitri Minim Korona

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perasaan campur aduk kembali dirasakan sejumlah kalangan masyarakat yang menjadi perantau di luar daerah. Bagaimana tidak, berdasarkan Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan, pemerintah telah menetapkan pelarangan mudik pada H-14 hingga H+7 Lebaran.

Menindaklanjuti hal tersebut, masyarakat Jember diharapkan patuh terhadap aturan pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik. Sebab, meski sudah melandai, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir di Jember.

Hal ini diungkapkan oleh dr Angga Mardro Raharjo, dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi. Kondisi tersebut dibuktikan dengan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jember, yang menyebutkan masih ada pasien menjalani perawatan sebanyak 41 orang. Sebelas di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah. “Belum lagi, kasus Covid-19 masih merebak di daerah lain,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu, untuk meminimalisasi bertambahnya pasien Covid-19 di Jember, tidak mudik adalah pilihan yang tepat. Tidak peduli sudah divaksin atau belum. Mengingat, seseorang masih bisa terpapar Covid-19 meski sudah menjalani vaksinasi. Apalagi jika ada keluarga yang belum dapat vaksin, malah berbahaya karena berisiko terpapar virus.

Seperti diketahui, hingga saat ini, proses vaksinasi masih menjangkau para pegawai layanan publik. “Sedangkan masyarakat belum,” terang dokter spesialis paru tersebut.

Jelas, masih banyak warga yang belum menerima vaksin. Hal itu menjelaskan bahwa masih banyak warga yang berisiko terpapar Covid-19 jika ada salah seorang warga yang nekat mudik. Baik yang dari dalam keluar, maupun sebaliknya.

Lebih lanjut, Dwi Apriyanto, salah seorang warga Desa/Kecamatan Ambulu, memilih untuk tidak ke mana-mana. Padahal, biasanya dia mudik bersama keluarganya ke Pamekasan, Madura. “Jika pergi, saya rawan menularkan virus. Saat kembali ke sini pun berisiko terpapar,” ujar pria yang berusia 26 tahun itu.

Dia turut mengimbau masyarakat Jember supaya menikmati Lebaran di rumah saja. “Patuhi aturan pemerintah. Jangan mudik ke mana-mana sama dengan menyelamatkan puluhan, ratusan, bahkan ribuan nyawa,” tandasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perasaan campur aduk kembali dirasakan sejumlah kalangan masyarakat yang menjadi perantau di luar daerah. Bagaimana tidak, berdasarkan Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan, pemerintah telah menetapkan pelarangan mudik pada H-14 hingga H+7 Lebaran.

Menindaklanjuti hal tersebut, masyarakat Jember diharapkan patuh terhadap aturan pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik. Sebab, meski sudah melandai, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir di Jember.

Hal ini diungkapkan oleh dr Angga Mardro Raharjo, dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi. Kondisi tersebut dibuktikan dengan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jember, yang menyebutkan masih ada pasien menjalani perawatan sebanyak 41 orang. Sebelas di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah. “Belum lagi, kasus Covid-19 masih merebak di daerah lain,” ungkapnya.

Mobile_AP_Half Page

Oleh karena itu, untuk meminimalisasi bertambahnya pasien Covid-19 di Jember, tidak mudik adalah pilihan yang tepat. Tidak peduli sudah divaksin atau belum. Mengingat, seseorang masih bisa terpapar Covid-19 meski sudah menjalani vaksinasi. Apalagi jika ada keluarga yang belum dapat vaksin, malah berbahaya karena berisiko terpapar virus.

Seperti diketahui, hingga saat ini, proses vaksinasi masih menjangkau para pegawai layanan publik. “Sedangkan masyarakat belum,” terang dokter spesialis paru tersebut.

Jelas, masih banyak warga yang belum menerima vaksin. Hal itu menjelaskan bahwa masih banyak warga yang berisiko terpapar Covid-19 jika ada salah seorang warga yang nekat mudik. Baik yang dari dalam keluar, maupun sebaliknya.

Lebih lanjut, Dwi Apriyanto, salah seorang warga Desa/Kecamatan Ambulu, memilih untuk tidak ke mana-mana. Padahal, biasanya dia mudik bersama keluarganya ke Pamekasan, Madura. “Jika pergi, saya rawan menularkan virus. Saat kembali ke sini pun berisiko terpapar,” ujar pria yang berusia 26 tahun itu.

Dia turut mengimbau masyarakat Jember supaya menikmati Lebaran di rumah saja. “Patuhi aturan pemerintah. Jangan mudik ke mana-mana sama dengan menyelamatkan puluhan, ratusan, bahkan ribuan nyawa,” tandasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perasaan campur aduk kembali dirasakan sejumlah kalangan masyarakat yang menjadi perantau di luar daerah. Bagaimana tidak, berdasarkan Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan, pemerintah telah menetapkan pelarangan mudik pada H-14 hingga H+7 Lebaran.

Menindaklanjuti hal tersebut, masyarakat Jember diharapkan patuh terhadap aturan pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik. Sebab, meski sudah melandai, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir di Jember.

Hal ini diungkapkan oleh dr Angga Mardro Raharjo, dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi. Kondisi tersebut dibuktikan dengan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jember, yang menyebutkan masih ada pasien menjalani perawatan sebanyak 41 orang. Sebelas di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah. “Belum lagi, kasus Covid-19 masih merebak di daerah lain,” ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk meminimalisasi bertambahnya pasien Covid-19 di Jember, tidak mudik adalah pilihan yang tepat. Tidak peduli sudah divaksin atau belum. Mengingat, seseorang masih bisa terpapar Covid-19 meski sudah menjalani vaksinasi. Apalagi jika ada keluarga yang belum dapat vaksin, malah berbahaya karena berisiko terpapar virus.

Seperti diketahui, hingga saat ini, proses vaksinasi masih menjangkau para pegawai layanan publik. “Sedangkan masyarakat belum,” terang dokter spesialis paru tersebut.

Jelas, masih banyak warga yang belum menerima vaksin. Hal itu menjelaskan bahwa masih banyak warga yang berisiko terpapar Covid-19 jika ada salah seorang warga yang nekat mudik. Baik yang dari dalam keluar, maupun sebaliknya.

Lebih lanjut, Dwi Apriyanto, salah seorang warga Desa/Kecamatan Ambulu, memilih untuk tidak ke mana-mana. Padahal, biasanya dia mudik bersama keluarganya ke Pamekasan, Madura. “Jika pergi, saya rawan menularkan virus. Saat kembali ke sini pun berisiko terpapar,” ujar pria yang berusia 26 tahun itu.

Dia turut mengimbau masyarakat Jember supaya menikmati Lebaran di rumah saja. “Patuhi aturan pemerintah. Jangan mudik ke mana-mana sama dengan menyelamatkan puluhan, ratusan, bahkan ribuan nyawa,” tandasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Hanya Dijual Lewat Daring

Kemangi, Kunci Wangi Alami

Dikenang hingga Lintas Generasi

Saksi Hidup Maestro Lapangan

Berkah di Penghujung Ramadan

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran