Syahru ramadhanalladzi unzila fi hil qur’anu hudan linnas. “ Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia “ (QS. Al Baqarah: 185). Saat ini, kita masih berada di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan diturunkannya al-Quran dari Baitul ‘Izzah ke langit dunia secara keseluruhan. Untuk kemudian diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril secara berangsur-angsur selama hampir 22 tahun lebih. Setiap huruf yang dibaca di luar bulan ini, akan bernilai 10 kebaikan. Bagaimana jika kita membacanya di dalam Bulan Ramadhan. Berapa banyak apresiasi akan Allah SWT berikan atas setiap huruf yang kita baca. Maka bagi para pembaca al Quran akan panen kebajikan di bulan ini.

Di ujung penggalan ayat di atas terdapat kalimat – hudan linnas– petunjuk bagi manusia. Hal tersebut sekaligus mengisyaratkan bahwa tujuan utama diturunkannya al-Quran, ternyata bukan sekedar sebagai bacaan, melainkan sebagai peraturan hidup (rule of life) bagi manusia. Untuk itu, mengerti tulisan yang kita baca di dalam al-Quran dan memahami maknanya menjadi sebuah keniscayaan. Karena jika tidak, maka al-Quran sebagai hudan linnas akan jauh panggang dari api.

Pertanyaan selanjutnya, mungkin akan berseliweran beragam kebingungan di benak kita: Kita sudah tua. Tidak mungkin lagi belajar Bahasa Arab. Pasti susah. Dan berbagai macam ungkapan ketidakoptimisan lainnya yang mungkin akan muncul. Rasa pesimisme ini harus kita hilangkan dengan berbagai langkah dan tips yang kita pilih nantinya.

 

Orang Dewasa Lebih Sulit Belajar Bahasa Asing?

Pakar Psikolinguistik Danijela Trenkic, terkait dengan proses belajar bahasa, mengatakan, “hal yang penting untuk dipahami ialah usia berkolerasi dengan banyak hal”. Dia menjelaskan bahwa pada kasus sebuah keluarga berpindah dari satu negara ke negara lain yang berbeda bahasanya, maka anak-anak akan bisa mempelajari bahasa baru dengan lebih cepat karena lebih banyak mendengarkan bahasa baru tersebut dibandingkan orang tua mereka. Dari sisi ini, harus diakui anak-anak akan lebih mudah mempelajari bahas asing, termasuk bahasa Arab, atau juga bahasa Al Quran.

Pandangan Danijela itu menegaskan bahwa dalam hal menguasai bahasa asing kita beranggapan bahwa usia anak-anak adalah waktu yang paling tepat untuk belajar bahasa asing. Hal ini barangkali senada dengan sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa, “belajar di waktu kecil seperti mengukir diatas batu. Dan belajar di waktu dewasa seperti melukis diatas air”. Hanya saja, pernyataan tersebut tidak selalu benar. Karena, dilihat dari perspektif yang lain, ternyata ada manfaat tambahan dari memulai belajar bahasa di usia dewasa.

Ada sebuah pemandangan menarik di Spanish Nursery, salah satu Lembaga Pendidikan anak usia dini Bilingual di London Utara, Carmen Ramphersad berkata : “di usia ini anak-anak tidak belajar bahasa, mereka menyerapnya secara alami”. Antonella Sorace, professor linguistik di Universitas Edinburgh menambahkan bahwa tidak semuanya semakin sulit seiring pertambahan usia. Anak-anak usia dini sangat buruk dalam pembelajaran eksplisit karena mereka belum memiliki kendali kognitif dan kapabilitas memori dan perhatian untuk itu.

Hal lain yang dihasilkan dalam penelitian di Israel juga menjelaskan bahwa orang dewasa (young adult) memahami aturan bahasa lebih baik dari pada anak-anak. Kesimpulannya bahwa orang yang mulai belajar di usia dewasa (young adult) akan menguasai bahasa barunya—dari sisi gramatikal aturan tata bahasa— lebih cepat daripada pelajar di usia muda (anak-anak). Dengan demikian, usia orang dewasa juga berpotensi lebih mudah menguasai dalam memahami bahasa Arab dan bahasa Al Quran

Tips Belajar Bahasa Arab

Berdasarkan pengalaman belajar bahasa Arab, ada beberapa tips belajar bahasa Arab yang bisa dilakukan oleh mereka yang sudah berusia dewasa. Tips ini bersifat mempermudah dan dapat menjadi pintu awal mempelajari bahasa Arab, termasuk bahasa Al Quran, diantaranya sebagai berikut.

Pertama, Gunakan aplikasi. Di era saat ini, smartphone merupakan barang yang sangat familiar di tengah kita. Pembelajar dapat menggunakan aplikasi untuk belajar Bahasa Arab secara otodidak. Tips ini setidaknya akan mendekatkan pembelajar usia dewasa dengan teks bahasa Arab.

Kedua, kursus adalah salah satu alternatif untuk belajar. Kemampuan kognitif orang dewasa akan lebih maksimal digunakan untuk menyerap grammar (qowaid) Bahasa Arab. Apalagi, saat ini, sudah banyak lembaga kursus bahasa Arab yang melayani masyarakat secara luas dengan beragam metodenya.

Ketiga, traveling, mengunjungi negara yang berbicara bahasa Arab. Negara-negara Timur Tengah bisa menjadi salah satu tujuan wisata. Dan biasanya banyak kaum muslimin yang melaksanakan umroh dan haji di ke Arab Saudi. Hal tersebut bisa menjadi wisata spiritual sekaligus wahana untuk menyerap dan mempraktekan langsung dengan penutur aslinya.

Keempat, memperbanyak membaca teks berbahasa Arab. Bagi yang punya hobi membaca buku, novel ataupun karya sastra lainnya. Metode ini bisa diterapkan untuk mengasah rasa bahasa sekaligus memperbanyak kosa kata. Hal tersebut bisa dilakukan dengan pemilihan bahan bacaan sesuai tahapan pembelajar. Dan, untuk mengakses teks berbahasa Arab juga bisa dilakukan melalui media digital yang menyajikan beragam kajian.

Kelima, berlatihlah karena bahasa itu keterampilan. Keterampilan perlu sering diasah. Berlatih dan menggunakan. Seperti seorang yang belajar mengemudi. Sebanyak apapun teori yang dia baca, ia tidak akan dapat menyetir jika tidak pernah memegang kemudi mobil sama sekali. Berlatihlah setiap hari. Kita bisa memilih teman sebagai partner berbahasa Arab. Batu yang keras akan berlubang jika terkena tetesan air setiap saat. Begitu juga dengan Bahasa Arab. Dia akan menjadi bagian dari hidup kita jika dipergunakan setiap hari.

Keenam, menonton film. Kita sanggup menonton film lebih dari 1 jam. Satu jam yang menyenangkan tanpa terasa. Kita dapat memilih film Arab yang kita sukai dengan subtitle Bahasa Arab maupun Bahasa Indonesia. Faktor “menyenangkan” dapat menjadi sarana memudahkan kita untuk bisa menguasai bahasa.

Ketujuh, berteman dengan orang Arab. Dunia sekarang sudah lebih terbuka. Kita bisa mendapatkan teman dari belahan bumi manapun. Berkomunikasi dengan mereka dan menjalin relasi akan meningkatkan kemampuan bahasa kita tanpa kita sadari.

Kedelapan, belajar, bermain dan bercanda. Siapa bilang permainan hanya untuk anak kecil. Bermain adalah sebuah aktifitas yang membuat kita lebih fresh dan dapat menghabiskan waktu selama berjam-jam tanpa terasa. Ketika sebuah proses pemerolehan bahasa kita lakukan dengan rileks dan santai, maka penyerapannya akan lebih natural. Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa anak-anak sekolah lebih mengingat pelajaran dengan candaan. Ketika bercanda hormon dopamine meningkat dan mengaktifkan bagian kognitif otak. Orang dewasa pun juga lebih berkesan dan mudah mengingat terhadap sesuatu yang dikemas dengan humor.

Kesembilan, membaca al-Quran terjemahan perkata. Sebagai seorang muslim yang taat membaca al-Quran sudah menjadi kebiasaan. Bacalah al-Quran terjemahan perkata, hal tersebut akan menambah kosa kata dengan efektif.

Setidaknya, Sembilan tips ini bisa kita piliha sebagai langkah untuk menguasai bahasa Arab, yakni bahasa Al Quran sebagai modal mereka yang kini berada pada “usia dewasa”. Agar bisa mencapai keberhasilan, hanya ada dua pilihan; Lakukan sekarang atau tidak sama sekali!

 

*) Dr. Bambang Irawan, Lc. M.Ed., Dosen Magister Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Pascasarjana IAIN Jember