alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Bangun Fisiologis dan Psikologis dengan Berpuasa

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan puasa sudah berjalan lebih dari dua pekan. Kesempatan untuk menunaikan ibadah dengan pahala yang berlipat ganda pun tinggal hitungan hari. Begitu pula dengan kesempatan untuk mendetoksifikasi tubuh lewat puasa.

Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dalam safari Ramadan bersama Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember menerangkan bahwa salah satu khasiat puasa adalah menunjang kesehatan seseorang. Pria yang akrab disapa Gus Firjaun itu menambahkan bahwa salah satu hadis menerangkan, berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.

Ternyata, lanjut dia, sehat itu berupa jasad dan kalbu. Nah, ada korelasi erat terkait dengan kesehatan. Lambung seseorang butuh istirahat minimal delapan jam sehari. “Karena itu, kerja lambung tidak berat dan liver juga bisa bekerja maksimal,” paparnya. Liver sendiri bertugas menetralisasi racun-racun yang terdapat pada makanan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketika lambung istirahat, lanjutnya, hormon endorfin akan muncul. Akibatnya, bisa menyebabkan seseorang menjadi relaks. Sebab, fungsi hormon tersebut adalah penghilang stres dan meredakan rasa sakit. Selain itu, mampu mereproduksi sel-sel yang rusak. “Sehingga ada benarnya juga jika orang yang berpuasa itu sehat,” imbuhnya.

Menurut dia, hal itu sejurus dengan imbauan kesehatan yang menganjurkan seseorang untuk berpuasa lebih dulu sebelum melakukan operasi. “Jadi, ketika tubuh ini sehat, mental atau jiwa juga akan menjadi sehat,” tegasnya. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya pelajaran yang didapat selama berpuasa.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember Muhammad Muhib Alwi menyatakan bahwa puasa itu upaya untuk mencegah banyak hal. “Jadi, puasa itu mencegah diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Secara psikologis, orang yang berpuasa merupakan orang yang menahan diri supaya tidak pamer kepada orang lain,” paparnya.

Seseorang juga diharuskan untuk melatih diri supaya menjadi pribadi yang sabar dan empati. Pria yang juga merupakan Kaprodi Bimbingan Konseling Islam (BKI) IAIN Jember itu menambahkan, dalam berpuasa, seseorang merasakan yang dirasakan orang lain. Terutama, yang mengalami kesulitan hidup sehingga tak bisa makan dan minum.

Lebih lanjut, Gus Firjaun menegaskan bahwa seseorang juga tidak dianjurkan marah saat berpuasa. “Jangan marah, maka mental akan stabil,” ujarnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan puasa sudah berjalan lebih dari dua pekan. Kesempatan untuk menunaikan ibadah dengan pahala yang berlipat ganda pun tinggal hitungan hari. Begitu pula dengan kesempatan untuk mendetoksifikasi tubuh lewat puasa.

Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dalam safari Ramadan bersama Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember menerangkan bahwa salah satu khasiat puasa adalah menunjang kesehatan seseorang. Pria yang akrab disapa Gus Firjaun itu menambahkan bahwa salah satu hadis menerangkan, berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.

Ternyata, lanjut dia, sehat itu berupa jasad dan kalbu. Nah, ada korelasi erat terkait dengan kesehatan. Lambung seseorang butuh istirahat minimal delapan jam sehari. “Karena itu, kerja lambung tidak berat dan liver juga bisa bekerja maksimal,” paparnya. Liver sendiri bertugas menetralisasi racun-racun yang terdapat pada makanan.

Mobile_AP_Half Page

Ketika lambung istirahat, lanjutnya, hormon endorfin akan muncul. Akibatnya, bisa menyebabkan seseorang menjadi relaks. Sebab, fungsi hormon tersebut adalah penghilang stres dan meredakan rasa sakit. Selain itu, mampu mereproduksi sel-sel yang rusak. “Sehingga ada benarnya juga jika orang yang berpuasa itu sehat,” imbuhnya.

Menurut dia, hal itu sejurus dengan imbauan kesehatan yang menganjurkan seseorang untuk berpuasa lebih dulu sebelum melakukan operasi. “Jadi, ketika tubuh ini sehat, mental atau jiwa juga akan menjadi sehat,” tegasnya. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya pelajaran yang didapat selama berpuasa.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember Muhammad Muhib Alwi menyatakan bahwa puasa itu upaya untuk mencegah banyak hal. “Jadi, puasa itu mencegah diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Secara psikologis, orang yang berpuasa merupakan orang yang menahan diri supaya tidak pamer kepada orang lain,” paparnya.

Seseorang juga diharuskan untuk melatih diri supaya menjadi pribadi yang sabar dan empati. Pria yang juga merupakan Kaprodi Bimbingan Konseling Islam (BKI) IAIN Jember itu menambahkan, dalam berpuasa, seseorang merasakan yang dirasakan orang lain. Terutama, yang mengalami kesulitan hidup sehingga tak bisa makan dan minum.

Lebih lanjut, Gus Firjaun menegaskan bahwa seseorang juga tidak dianjurkan marah saat berpuasa. “Jangan marah, maka mental akan stabil,” ujarnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan puasa sudah berjalan lebih dari dua pekan. Kesempatan untuk menunaikan ibadah dengan pahala yang berlipat ganda pun tinggal hitungan hari. Begitu pula dengan kesempatan untuk mendetoksifikasi tubuh lewat puasa.

Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dalam safari Ramadan bersama Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember menerangkan bahwa salah satu khasiat puasa adalah menunjang kesehatan seseorang. Pria yang akrab disapa Gus Firjaun itu menambahkan bahwa salah satu hadis menerangkan, berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.

Ternyata, lanjut dia, sehat itu berupa jasad dan kalbu. Nah, ada korelasi erat terkait dengan kesehatan. Lambung seseorang butuh istirahat minimal delapan jam sehari. “Karena itu, kerja lambung tidak berat dan liver juga bisa bekerja maksimal,” paparnya. Liver sendiri bertugas menetralisasi racun-racun yang terdapat pada makanan.

Ketika lambung istirahat, lanjutnya, hormon endorfin akan muncul. Akibatnya, bisa menyebabkan seseorang menjadi relaks. Sebab, fungsi hormon tersebut adalah penghilang stres dan meredakan rasa sakit. Selain itu, mampu mereproduksi sel-sel yang rusak. “Sehingga ada benarnya juga jika orang yang berpuasa itu sehat,” imbuhnya.

Menurut dia, hal itu sejurus dengan imbauan kesehatan yang menganjurkan seseorang untuk berpuasa lebih dulu sebelum melakukan operasi. “Jadi, ketika tubuh ini sehat, mental atau jiwa juga akan menjadi sehat,” tegasnya. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya pelajaran yang didapat selama berpuasa.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember Muhammad Muhib Alwi menyatakan bahwa puasa itu upaya untuk mencegah banyak hal. “Jadi, puasa itu mencegah diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Secara psikologis, orang yang berpuasa merupakan orang yang menahan diri supaya tidak pamer kepada orang lain,” paparnya.

Seseorang juga diharuskan untuk melatih diri supaya menjadi pribadi yang sabar dan empati. Pria yang juga merupakan Kaprodi Bimbingan Konseling Islam (BKI) IAIN Jember itu menambahkan, dalam berpuasa, seseorang merasakan yang dirasakan orang lain. Terutama, yang mengalami kesulitan hidup sehingga tak bisa makan dan minum.

Lebih lanjut, Gus Firjaun menegaskan bahwa seseorang juga tidak dianjurkan marah saat berpuasa. “Jangan marah, maka mental akan stabil,” ujarnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Perketat dengan 5 Pos Penyekatan

Masih Megah Meski Tak Berfungsi

Hanya Dijual Lewat Daring

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran