alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

H-7 Lebaran, Jalur Jompo Dibuka

Masih Dikaji, Sebagian atau Seluruhnya

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri, aktivitas pengguna jalan meningkat. Itu bisa dilihat secara kasat mata. Di beberapa titik padat kendaraan, banyak arus lalu lintas tersendat. Termasuk di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Persisnya di jalur eks pertokoan Jompo.

Tersendatnya laju kendaraan, baik roda dua ataupun lebih, di jalur nasional itu jamak diketahui lantaran ada pelaksanaan megaproyek pembangunan lereng Sultan Agung. Setelah runtuhnya bangunan pertokoan hingga dibangun proyek di Kali Jompo, sebagian ruas jalan ditutup demi kelancaran proyek.

Mendekati Lebaran ini, banyak yang berharap agar pagar pembatas proyek dibuka. Seperti yang disampaikan oleh Komisi C DPRD Jember. “Nanti kami akan cek ke lokasi lagi. Itu untuk memastikan apakah bisa dibuka atau tidak,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada awal puasa lalu, David menyebut, Komisi C sudah turun ke lokasi. Namun, saat itu belum memasuki tahap akhir. “Aspal juga belum. Informasinya dalam waktu dekat akan diaspal,” tuturnya.

Secara garis besar, Komisi C akan menyampaikan banyak aspirasi agar jalan tersebut bisa dibuka. Pihaknya pun mendorong agar pagar pembatas segera dibuka dan jalan bisa dipakai seperti sebelum bangunan toko ambruk. “Makanya, kami akan cek lagi untuk memastikan apakah bisa dibuka semua atau sebagian saja,” tutur politisi Partai Nasdem tersebut.

Dikonfirmasi terkait perkembangan proyek, pengawas proyek pembangunan Jompo, Heru Susanto, mengungkapkan, dalam waktu dekat pagar akan dibuka. “Saat ini pengerjaan terus dilakukan, nanti pasti dibuka,” ucapnya.

Secara teknis, Heru memaparkan, proyek pembangunan Jompo masih terus dilakukan. Seperti finishing pada beberapa bagian, serta melakukan pembangunan di bagian dinding. Pengerjaan diproyeksikan tidak akan melebihi batas kontrak kerja.

Kapan tanggal pastinya akan dibuka? Heru menyebut, pihak proyek akan melakukan pengaspalan terlebih dahulu. “Hari Jumat yang akan datang insyaallah mulai diaspal sampai Minggu. Kemudian, rencana pembukaan tetap H-7 atau sekitar tanggal 8 Mei 2021,” paparnya.

Rencana pembukaan pagar, menurutnya, masih dalam kajian tim ahli. Apakah nanti dibuka sebagian saja atau seluruhnya. “Proyek ini juga melakukan pembangunan jembatan. Apakah hasil kajian memungkinkan jembatan untuk dilewati atau tidak, kami masih menunggu keputusan para ahli,” paparnya.

Heru kembali memastikan, H-7 Lebaran pagar akan dibuka. Harapannya bisa dibuka seluruhnya. Namun secara teknis, kajian tim ahli tetap menjadi pertimbangan. “Jika memungkinkan dan tidak berpengaruh pada proyek, bisa saja dibuka semua,” pungkas Heru.

Pembangunan lereng Kali Jompo itu menelan dana sebesar Rp 16 miliar. Kontrak diteken pada 22 September 2020 lalu. Lama masa pengerjaan sekitar 240 hari. Dengan demikian, proses pembangunan diperkirakan selesai sekitar tanggal 20 Mei 2021 atau sepekan pasca-Idul Fitri.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri, aktivitas pengguna jalan meningkat. Itu bisa dilihat secara kasat mata. Di beberapa titik padat kendaraan, banyak arus lalu lintas tersendat. Termasuk di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Persisnya di jalur eks pertokoan Jompo.

Tersendatnya laju kendaraan, baik roda dua ataupun lebih, di jalur nasional itu jamak diketahui lantaran ada pelaksanaan megaproyek pembangunan lereng Sultan Agung. Setelah runtuhnya bangunan pertokoan hingga dibangun proyek di Kali Jompo, sebagian ruas jalan ditutup demi kelancaran proyek.

Mendekati Lebaran ini, banyak yang berharap agar pagar pembatas proyek dibuka. Seperti yang disampaikan oleh Komisi C DPRD Jember. “Nanti kami akan cek ke lokasi lagi. Itu untuk memastikan apakah bisa dibuka atau tidak,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember.

Mobile_AP_Half Page

Pada awal puasa lalu, David menyebut, Komisi C sudah turun ke lokasi. Namun, saat itu belum memasuki tahap akhir. “Aspal juga belum. Informasinya dalam waktu dekat akan diaspal,” tuturnya.

Secara garis besar, Komisi C akan menyampaikan banyak aspirasi agar jalan tersebut bisa dibuka. Pihaknya pun mendorong agar pagar pembatas segera dibuka dan jalan bisa dipakai seperti sebelum bangunan toko ambruk. “Makanya, kami akan cek lagi untuk memastikan apakah bisa dibuka semua atau sebagian saja,” tutur politisi Partai Nasdem tersebut.

Dikonfirmasi terkait perkembangan proyek, pengawas proyek pembangunan Jompo, Heru Susanto, mengungkapkan, dalam waktu dekat pagar akan dibuka. “Saat ini pengerjaan terus dilakukan, nanti pasti dibuka,” ucapnya.

Secara teknis, Heru memaparkan, proyek pembangunan Jompo masih terus dilakukan. Seperti finishing pada beberapa bagian, serta melakukan pembangunan di bagian dinding. Pengerjaan diproyeksikan tidak akan melebihi batas kontrak kerja.

Kapan tanggal pastinya akan dibuka? Heru menyebut, pihak proyek akan melakukan pengaspalan terlebih dahulu. “Hari Jumat yang akan datang insyaallah mulai diaspal sampai Minggu. Kemudian, rencana pembukaan tetap H-7 atau sekitar tanggal 8 Mei 2021,” paparnya.

Rencana pembukaan pagar, menurutnya, masih dalam kajian tim ahli. Apakah nanti dibuka sebagian saja atau seluruhnya. “Proyek ini juga melakukan pembangunan jembatan. Apakah hasil kajian memungkinkan jembatan untuk dilewati atau tidak, kami masih menunggu keputusan para ahli,” paparnya.

Heru kembali memastikan, H-7 Lebaran pagar akan dibuka. Harapannya bisa dibuka seluruhnya. Namun secara teknis, kajian tim ahli tetap menjadi pertimbangan. “Jika memungkinkan dan tidak berpengaruh pada proyek, bisa saja dibuka semua,” pungkas Heru.

Pembangunan lereng Kali Jompo itu menelan dana sebesar Rp 16 miliar. Kontrak diteken pada 22 September 2020 lalu. Lama masa pengerjaan sekitar 240 hari. Dengan demikian, proses pembangunan diperkirakan selesai sekitar tanggal 20 Mei 2021 atau sepekan pasca-Idul Fitri.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri, aktivitas pengguna jalan meningkat. Itu bisa dilihat secara kasat mata. Di beberapa titik padat kendaraan, banyak arus lalu lintas tersendat. Termasuk di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Persisnya di jalur eks pertokoan Jompo.

Tersendatnya laju kendaraan, baik roda dua ataupun lebih, di jalur nasional itu jamak diketahui lantaran ada pelaksanaan megaproyek pembangunan lereng Sultan Agung. Setelah runtuhnya bangunan pertokoan hingga dibangun proyek di Kali Jompo, sebagian ruas jalan ditutup demi kelancaran proyek.

Mendekati Lebaran ini, banyak yang berharap agar pagar pembatas proyek dibuka. Seperti yang disampaikan oleh Komisi C DPRD Jember. “Nanti kami akan cek ke lokasi lagi. Itu untuk memastikan apakah bisa dibuka atau tidak,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember.

Pada awal puasa lalu, David menyebut, Komisi C sudah turun ke lokasi. Namun, saat itu belum memasuki tahap akhir. “Aspal juga belum. Informasinya dalam waktu dekat akan diaspal,” tuturnya.

Secara garis besar, Komisi C akan menyampaikan banyak aspirasi agar jalan tersebut bisa dibuka. Pihaknya pun mendorong agar pagar pembatas segera dibuka dan jalan bisa dipakai seperti sebelum bangunan toko ambruk. “Makanya, kami akan cek lagi untuk memastikan apakah bisa dibuka semua atau sebagian saja,” tutur politisi Partai Nasdem tersebut.

Dikonfirmasi terkait perkembangan proyek, pengawas proyek pembangunan Jompo, Heru Susanto, mengungkapkan, dalam waktu dekat pagar akan dibuka. “Saat ini pengerjaan terus dilakukan, nanti pasti dibuka,” ucapnya.

Secara teknis, Heru memaparkan, proyek pembangunan Jompo masih terus dilakukan. Seperti finishing pada beberapa bagian, serta melakukan pembangunan di bagian dinding. Pengerjaan diproyeksikan tidak akan melebihi batas kontrak kerja.

Kapan tanggal pastinya akan dibuka? Heru menyebut, pihak proyek akan melakukan pengaspalan terlebih dahulu. “Hari Jumat yang akan datang insyaallah mulai diaspal sampai Minggu. Kemudian, rencana pembukaan tetap H-7 atau sekitar tanggal 8 Mei 2021,” paparnya.

Rencana pembukaan pagar, menurutnya, masih dalam kajian tim ahli. Apakah nanti dibuka sebagian saja atau seluruhnya. “Proyek ini juga melakukan pembangunan jembatan. Apakah hasil kajian memungkinkan jembatan untuk dilewati atau tidak, kami masih menunggu keputusan para ahli,” paparnya.

Heru kembali memastikan, H-7 Lebaran pagar akan dibuka. Harapannya bisa dibuka seluruhnya. Namun secara teknis, kajian tim ahli tetap menjadi pertimbangan. “Jika memungkinkan dan tidak berpengaruh pada proyek, bisa saja dibuka semua,” pungkas Heru.

Pembangunan lereng Kali Jompo itu menelan dana sebesar Rp 16 miliar. Kontrak diteken pada 22 September 2020 lalu. Lama masa pengerjaan sekitar 240 hari. Dengan demikian, proses pembangunan diperkirakan selesai sekitar tanggal 20 Mei 2021 atau sepekan pasca-Idul Fitri.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Perketat dengan 5 Pos Penyekatan

Masih Megah Meski Tak Berfungsi

Hanya Dijual Lewat Daring

Kemangi, Kunci Wangi Alami

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran