alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Jember Dapat Lebih dari 4 Ribu Kuota

Pendaftaran CPNS dan PPPK Segara Dibuka

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bakal digelar dalam waktu yang tidak begitu lama. Demikian pula dengan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) juga dilaksanakan tahun ini. Informasi terbaru, tes CPNS dan PPPK akan dilangsungkan pasca-Idul Fitri atau diperkirakan pada Juni mendatang.

Kepastian adanya lowongan CPNS dan PPPK di lingkungan Pemkab Jember ini terungkap setelah Komisi A DPRD Jember melakukan kunjungan ke Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional II Surabaya, Jawa Timur. Hasilnya, tahun ini bakal ada kuota CPNS dan PPPK bagi masyarakat Jember.

Tentunya ini menjadi kabar yang ditunggu banyak pihak, mengingat kuota CPNS Jember sempat hangus akibat tatanan birokrasi yang buruk. “Hasil kunjungan kami, BKN menjelaskan, kuota CPNS untuk Jember yaitu 728 formasi. Kemudian, untuk PPPK ada sekitar 3.800 kuota,” kata Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni, kemarin (25/4).

Mobile_AP_Rectangle 2

Tabroni melanjutkan, rekrutmen CPNS dan PPPK itu nantinya akan dilangsungkan pada Juni mendatang. “Informasi yang kami dapat, tes CPNS dan PPPK dilaksanakan Juni. Tentu, sebelum tes ada proses seperti pendaftaran,” imbuhnya.

Lebih jauh, kuota sekitar 728 CPNS itu diperuntukkan tenaga kesehatan. Sementara, untuk kuota PPPK sekitar 3.800 orang untuk rekrutmen guru, 40 di antaranya khusus guru agama. “Kuota CPNS untuk kesehatan dan kuota PPPK untuk guru ini yang menjadi atensi kami. Dengan kuota lowongan yang besar, selayaknya formasi tidak hanya kesehatan dan guru,” ulasnya.

Komisi A berpandangan, jatah kuota CPNS maupun PPPK selayaknya dapat menampung formasi yang lain. “Bagaimanapun Jember punya kebutuhan pada formasi selain kesehatan dan guru. Misalnya kita butuh di bidang pertanian dan formasi yang lain. Saya kira, kuota CPNS dan PPPK yang ada, bisa menampung beberapa formasi lain,” ungkap Tabroni.

Demi melakukan perbaikan di tubuh Pemkab Jember, Komisi A berencana untuk melakukan komunikasi dengan KemenPANRB. Hal itu dilakukan guna memastikan apakah jatah CPNS untuk tenaga kesehatan dan PPPK untuk guru masih bisa diubah. “Komisi A juga mendorong agar Pemkab Jember komunikasi dengan pemerintah pusat agar rekrutmen CPNS dan PPPK tidak hanya formasi kesehatan dan guru,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi A, Tri Sandi Apriana, membenarkan kunjungan ke BKN Regional II Jawa Timur tersebut. Menurutnya, itu dilakukan agar masyarakat tidak salah informasi dan ada kejelasan. “Kami tanyakan agar ada kepastian kuota CPNS dan PPPK,” ungkapnya.

Sekadar informasi, formasi kuota CPNS kesehatan dan PPPK guru tersebut terjadi karena yang diusulkan pada tahun 2020 hanya bidang kesehatan dan guru. Sementara yang lain tidak diusulkan. Kabupaten Jember pun tergolong ketinggalan melakukan rekrutmen karena tahun 2019 dan tahun 2020 Jember mendapat sanksi dari pusat. Yaitu tidak diberi jatah CPNS karena tatanan birokrasinya tidak sesuai dengan nomenklatur yang ada di Indonesia.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bakal digelar dalam waktu yang tidak begitu lama. Demikian pula dengan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) juga dilaksanakan tahun ini. Informasi terbaru, tes CPNS dan PPPK akan dilangsungkan pasca-Idul Fitri atau diperkirakan pada Juni mendatang.

Kepastian adanya lowongan CPNS dan PPPK di lingkungan Pemkab Jember ini terungkap setelah Komisi A DPRD Jember melakukan kunjungan ke Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional II Surabaya, Jawa Timur. Hasilnya, tahun ini bakal ada kuota CPNS dan PPPK bagi masyarakat Jember.

Tentunya ini menjadi kabar yang ditunggu banyak pihak, mengingat kuota CPNS Jember sempat hangus akibat tatanan birokrasi yang buruk. “Hasil kunjungan kami, BKN menjelaskan, kuota CPNS untuk Jember yaitu 728 formasi. Kemudian, untuk PPPK ada sekitar 3.800 kuota,” kata Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni, kemarin (25/4).

Mobile_AP_Half Page

Tabroni melanjutkan, rekrutmen CPNS dan PPPK itu nantinya akan dilangsungkan pada Juni mendatang. “Informasi yang kami dapat, tes CPNS dan PPPK dilaksanakan Juni. Tentu, sebelum tes ada proses seperti pendaftaran,” imbuhnya.

Lebih jauh, kuota sekitar 728 CPNS itu diperuntukkan tenaga kesehatan. Sementara, untuk kuota PPPK sekitar 3.800 orang untuk rekrutmen guru, 40 di antaranya khusus guru agama. “Kuota CPNS untuk kesehatan dan kuota PPPK untuk guru ini yang menjadi atensi kami. Dengan kuota lowongan yang besar, selayaknya formasi tidak hanya kesehatan dan guru,” ulasnya.

Komisi A berpandangan, jatah kuota CPNS maupun PPPK selayaknya dapat menampung formasi yang lain. “Bagaimanapun Jember punya kebutuhan pada formasi selain kesehatan dan guru. Misalnya kita butuh di bidang pertanian dan formasi yang lain. Saya kira, kuota CPNS dan PPPK yang ada, bisa menampung beberapa formasi lain,” ungkap Tabroni.

Demi melakukan perbaikan di tubuh Pemkab Jember, Komisi A berencana untuk melakukan komunikasi dengan KemenPANRB. Hal itu dilakukan guna memastikan apakah jatah CPNS untuk tenaga kesehatan dan PPPK untuk guru masih bisa diubah. “Komisi A juga mendorong agar Pemkab Jember komunikasi dengan pemerintah pusat agar rekrutmen CPNS dan PPPK tidak hanya formasi kesehatan dan guru,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi A, Tri Sandi Apriana, membenarkan kunjungan ke BKN Regional II Jawa Timur tersebut. Menurutnya, itu dilakukan agar masyarakat tidak salah informasi dan ada kejelasan. “Kami tanyakan agar ada kepastian kuota CPNS dan PPPK,” ungkapnya.

Sekadar informasi, formasi kuota CPNS kesehatan dan PPPK guru tersebut terjadi karena yang diusulkan pada tahun 2020 hanya bidang kesehatan dan guru. Sementara yang lain tidak diusulkan. Kabupaten Jember pun tergolong ketinggalan melakukan rekrutmen karena tahun 2019 dan tahun 2020 Jember mendapat sanksi dari pusat. Yaitu tidak diberi jatah CPNS karena tatanan birokrasinya tidak sesuai dengan nomenklatur yang ada di Indonesia.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bakal digelar dalam waktu yang tidak begitu lama. Demikian pula dengan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) juga dilaksanakan tahun ini. Informasi terbaru, tes CPNS dan PPPK akan dilangsungkan pasca-Idul Fitri atau diperkirakan pada Juni mendatang.

Kepastian adanya lowongan CPNS dan PPPK di lingkungan Pemkab Jember ini terungkap setelah Komisi A DPRD Jember melakukan kunjungan ke Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional II Surabaya, Jawa Timur. Hasilnya, tahun ini bakal ada kuota CPNS dan PPPK bagi masyarakat Jember.

Tentunya ini menjadi kabar yang ditunggu banyak pihak, mengingat kuota CPNS Jember sempat hangus akibat tatanan birokrasi yang buruk. “Hasil kunjungan kami, BKN menjelaskan, kuota CPNS untuk Jember yaitu 728 formasi. Kemudian, untuk PPPK ada sekitar 3.800 kuota,” kata Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni, kemarin (25/4).

Tabroni melanjutkan, rekrutmen CPNS dan PPPK itu nantinya akan dilangsungkan pada Juni mendatang. “Informasi yang kami dapat, tes CPNS dan PPPK dilaksanakan Juni. Tentu, sebelum tes ada proses seperti pendaftaran,” imbuhnya.

Lebih jauh, kuota sekitar 728 CPNS itu diperuntukkan tenaga kesehatan. Sementara, untuk kuota PPPK sekitar 3.800 orang untuk rekrutmen guru, 40 di antaranya khusus guru agama. “Kuota CPNS untuk kesehatan dan kuota PPPK untuk guru ini yang menjadi atensi kami. Dengan kuota lowongan yang besar, selayaknya formasi tidak hanya kesehatan dan guru,” ulasnya.

Komisi A berpandangan, jatah kuota CPNS maupun PPPK selayaknya dapat menampung formasi yang lain. “Bagaimanapun Jember punya kebutuhan pada formasi selain kesehatan dan guru. Misalnya kita butuh di bidang pertanian dan formasi yang lain. Saya kira, kuota CPNS dan PPPK yang ada, bisa menampung beberapa formasi lain,” ungkap Tabroni.

Demi melakukan perbaikan di tubuh Pemkab Jember, Komisi A berencana untuk melakukan komunikasi dengan KemenPANRB. Hal itu dilakukan guna memastikan apakah jatah CPNS untuk tenaga kesehatan dan PPPK untuk guru masih bisa diubah. “Komisi A juga mendorong agar Pemkab Jember komunikasi dengan pemerintah pusat agar rekrutmen CPNS dan PPPK tidak hanya formasi kesehatan dan guru,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi A, Tri Sandi Apriana, membenarkan kunjungan ke BKN Regional II Jawa Timur tersebut. Menurutnya, itu dilakukan agar masyarakat tidak salah informasi dan ada kejelasan. “Kami tanyakan agar ada kepastian kuota CPNS dan PPPK,” ungkapnya.

Sekadar informasi, formasi kuota CPNS kesehatan dan PPPK guru tersebut terjadi karena yang diusulkan pada tahun 2020 hanya bidang kesehatan dan guru. Sementara yang lain tidak diusulkan. Kabupaten Jember pun tergolong ketinggalan melakukan rekrutmen karena tahun 2019 dan tahun 2020 Jember mendapat sanksi dari pusat. Yaitu tidak diberi jatah CPNS karena tatanan birokrasinya tidak sesuai dengan nomenklatur yang ada di Indonesia.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Perketat dengan 5 Pos Penyekatan

Masih Megah Meski Tak Berfungsi

Hanya Dijual Lewat Daring

Kemangi, Kunci Wangi Alami

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran