alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Mau Ke Rembangan saat Pandemi, Kalian Harus Tahu Ini

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berwisata merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk melepas penat. Baik bersama keluarga, rekan kerja ataupun teman kuliah. Salah satu tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan menarik di Jember adalah wisata puncak Rembangan.

Namun ketika pandemi Covid-19, masyarakat yang akan ke tempat ini harus tahu beberapa informasi tentang rembangan. Saat wartawan radarjember.id berkunjung ke tempat ini, Senin (22/3/2021), suasananya masih sepi.

Berdasarkan informasi petugas, memang wisata Rembangan, sudah setahun ini belum membuka kolam renang. Pengunjung bisa masuk saat pandemi. Hanya saja tidak bisa berenang. Pihak pengelola masih melarang pengunjung untuk berenang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai pemberitahuan kepada pengunjung, di depan loket pintu masuk terdapat pemberitahuan berukuran besar yang betuliskan ‘Mohon Maaf, Fasilitas Kolam Renang Belum Bisa Digunakan’. Hal ini untuk mencegah kemunculan Klaster baru penularan virus mematikan tersebut.

“Begitu sampai di depan loket pintu masuk dan membaca tulisan kalau kolam renang sementara ditutup, tidak sedikit pengunjung kecewa dan langsung meninggalkan Rembangan,” ungkap Sugeng Riyadi, penanggung jawab wisata Rembangan.

Menurutnya, akibat hantaman Covid-19, tingkat kedatangan pengunjung ke tempat wisata turun hingga 70%, Karena mayoritas tujuan wisatawan datang untuk berenang sambil bersantai ramai-ramai menikmati keindahan alam Rembangan.

“Kami belum berani untuk memfungsikan kembali kolam renang ini karena belum ada perintah dari Satgas Covid-19 Kabupaten Jember,” ujar Sugeng.

Hanya saja, wisata yang merupakan aset Pemkab Jember ini, tetap membuka hotel dan restoran. Sehingga pengunjung bisa tetap ke tempat ini.

Ternyata saat wartawan ke wisata Rembangan, ada wisatawan asal Malang yang ingin berenang. Namun dia akhirnya harus kecewa lantaran kolam renang belum bisa digunakan.

“Kecewa juga karena kolam renang tutup lantaran pandemi terpaksa cuma pesan makanan dan minuman di restoran Rembangan dan tidak langsung pulang ke Malang namun ingin bermalam disini.”tegas Agung Purnama, salah seorang wisatawan.

Walau pengelola Rembangan tidak mengijinkan wisatawan berenang, namun kedua kolam renang disitu tetap diisi air. Hanya saja tidak sampai penuh. Hal itu untuk menghindari kerusakan keramik di bagian dasar kolam akibat panas sinar matahari.

 

Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Sholikhul Huda

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berwisata merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk melepas penat. Baik bersama keluarga, rekan kerja ataupun teman kuliah. Salah satu tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan menarik di Jember adalah wisata puncak Rembangan.

Namun ketika pandemi Covid-19, masyarakat yang akan ke tempat ini harus tahu beberapa informasi tentang rembangan. Saat wartawan radarjember.id berkunjung ke tempat ini, Senin (22/3/2021), suasananya masih sepi.

Berdasarkan informasi petugas, memang wisata Rembangan, sudah setahun ini belum membuka kolam renang. Pengunjung bisa masuk saat pandemi. Hanya saja tidak bisa berenang. Pihak pengelola masih melarang pengunjung untuk berenang.

Mobile_AP_Half Page

Sebagai pemberitahuan kepada pengunjung, di depan loket pintu masuk terdapat pemberitahuan berukuran besar yang betuliskan ‘Mohon Maaf, Fasilitas Kolam Renang Belum Bisa Digunakan’. Hal ini untuk mencegah kemunculan Klaster baru penularan virus mematikan tersebut.

“Begitu sampai di depan loket pintu masuk dan membaca tulisan kalau kolam renang sementara ditutup, tidak sedikit pengunjung kecewa dan langsung meninggalkan Rembangan,” ungkap Sugeng Riyadi, penanggung jawab wisata Rembangan.

Menurutnya, akibat hantaman Covid-19, tingkat kedatangan pengunjung ke tempat wisata turun hingga 70%, Karena mayoritas tujuan wisatawan datang untuk berenang sambil bersantai ramai-ramai menikmati keindahan alam Rembangan.

“Kami belum berani untuk memfungsikan kembali kolam renang ini karena belum ada perintah dari Satgas Covid-19 Kabupaten Jember,” ujar Sugeng.

Hanya saja, wisata yang merupakan aset Pemkab Jember ini, tetap membuka hotel dan restoran. Sehingga pengunjung bisa tetap ke tempat ini.

Ternyata saat wartawan ke wisata Rembangan, ada wisatawan asal Malang yang ingin berenang. Namun dia akhirnya harus kecewa lantaran kolam renang belum bisa digunakan.

“Kecewa juga karena kolam renang tutup lantaran pandemi terpaksa cuma pesan makanan dan minuman di restoran Rembangan dan tidak langsung pulang ke Malang namun ingin bermalam disini.”tegas Agung Purnama, salah seorang wisatawan.

Walau pengelola Rembangan tidak mengijinkan wisatawan berenang, namun kedua kolam renang disitu tetap diisi air. Hanya saja tidak sampai penuh. Hal itu untuk menghindari kerusakan keramik di bagian dasar kolam akibat panas sinar matahari.

 

Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Sholikhul Huda

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berwisata merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk melepas penat. Baik bersama keluarga, rekan kerja ataupun teman kuliah. Salah satu tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan menarik di Jember adalah wisata puncak Rembangan.

Namun ketika pandemi Covid-19, masyarakat yang akan ke tempat ini harus tahu beberapa informasi tentang rembangan. Saat wartawan radarjember.id berkunjung ke tempat ini, Senin (22/3/2021), suasananya masih sepi.

Berdasarkan informasi petugas, memang wisata Rembangan, sudah setahun ini belum membuka kolam renang. Pengunjung bisa masuk saat pandemi. Hanya saja tidak bisa berenang. Pihak pengelola masih melarang pengunjung untuk berenang.

Sebagai pemberitahuan kepada pengunjung, di depan loket pintu masuk terdapat pemberitahuan berukuran besar yang betuliskan ‘Mohon Maaf, Fasilitas Kolam Renang Belum Bisa Digunakan’. Hal ini untuk mencegah kemunculan Klaster baru penularan virus mematikan tersebut.

“Begitu sampai di depan loket pintu masuk dan membaca tulisan kalau kolam renang sementara ditutup, tidak sedikit pengunjung kecewa dan langsung meninggalkan Rembangan,” ungkap Sugeng Riyadi, penanggung jawab wisata Rembangan.

Menurutnya, akibat hantaman Covid-19, tingkat kedatangan pengunjung ke tempat wisata turun hingga 70%, Karena mayoritas tujuan wisatawan datang untuk berenang sambil bersantai ramai-ramai menikmati keindahan alam Rembangan.

“Kami belum berani untuk memfungsikan kembali kolam renang ini karena belum ada perintah dari Satgas Covid-19 Kabupaten Jember,” ujar Sugeng.

Hanya saja, wisata yang merupakan aset Pemkab Jember ini, tetap membuka hotel dan restoran. Sehingga pengunjung bisa tetap ke tempat ini.

Ternyata saat wartawan ke wisata Rembangan, ada wisatawan asal Malang yang ingin berenang. Namun dia akhirnya harus kecewa lantaran kolam renang belum bisa digunakan.

“Kecewa juga karena kolam renang tutup lantaran pandemi terpaksa cuma pesan makanan dan minuman di restoran Rembangan dan tidak langsung pulang ke Malang namun ingin bermalam disini.”tegas Agung Purnama, salah seorang wisatawan.

Walau pengelola Rembangan tidak mengijinkan wisatawan berenang, namun kedua kolam renang disitu tetap diisi air. Hanya saja tidak sampai penuh. Hal itu untuk menghindari kerusakan keramik di bagian dasar kolam akibat panas sinar matahari.

 

Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Sholikhul Huda

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Perketat dengan 5 Pos Penyekatan

Masih Megah Meski Tak Berfungsi

Hanya Dijual Lewat Daring

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran