Difabel Mencoba Peluang Karir

Punya Hak yang Sama untuk Bekerja

MENUNGGU KEPASTIAN: Muhammad Risky Hidayatullah dan Ibundanya, Eris Sasmita. Mereka terlihat saat gelaran job fair dalam Peringatan Hari Difabel Internasional 2019 di Alun-Alun Jember, Selasa kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mimpi bisa bekerja sesuai dengan harapan merupakan dambaan setiap orang. Tak terkecuali para penyandang disabilitas. Mereka juga memiliki peluang yang sama untuk bekerja di lembaga pemerintah atau perusahaan. Namun, kesadaran untuk menerima mereka harus dibangun. Sebab, tak jarang yang belum mau menerima para penyandang disabilitas. Mereka masih fokus pada keterbatasannya, bukan pada potensi yang dimiliki.

Keinginan untuk mendapat kerja yang layak harus terus diwujudkan. Salah satunya dengan membangun rasa percaya diri penyandang disabilitas agar mereka bisa mengembangkan bakatnya. “Saya ini masih nyoba-nyoba, Mas. Bener gak, ada lowongan,” ucap Muhammad Risky Hidayatullah, pemuda asal Desa Rambigundam, Desa Rambipuji, yang memiliki keterbatasan pada tangan kirinya.

Dia mengaku baru lulus dari sekolah SMA Negeri Rambipuji, tahun lalu. Dirinya memilih melamar bekerja di sejumlah perusahaan. Seperti Indomarco Prsimatama, Roxy Square, ataupun Depo (perusahaan bangunan, Red).

“Itu perusahaan yang saya pilih, gak tau nanti masuk ke yang mana, yang penting daftar dulu,” imbuhnya. Dia tak sendiri, namun didampingi oleh Eris Sasmita, ibu kandungnya. Tekad putra semata wayangnya itu sudah bulat, ingin bekerja. “Dia sudah pernah bekerja di sebuah bengkel mobil milik pamannya. Hanya saja, dia bekerja paruh waktu sebagai asisten montir,” kata Eris.

“Sebenarnya, dia memiliki ketertarikan di dunia otomotif. Meskipun dengan satu tangan, dia bisa kemudikan mobil dengan baik,” paparnya. Eris menilai, lowongan khusus untuk penyandang disabilitas tidak banyak. “Saya khawatir job fair ini hanya seremonial saja. Soalnya, saya belum melihat sama sekali pelamar kerja dari kalangan difabel mulai kemarin,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jember dr Faida MMr menegaskan, lowongan kerja dalam Peringatan Hari Difabel Internasional (HDI) itu menyuguhkan fasilitas khusus untuk perempuan dan difabel. Salah satunya adalah job fair tersebut.

Ada ratusan lowongan tenaga di berbagai posisi. Para pelamar bisa langsung membawa berkas lamaran, wawancara atau interview di lokasi tersebut. “Job fair ini bagian dari pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Dan hal itu sudah diatur dalam Perbup Nomor 60 Tahun 2017,” tandasnya.

IKLAN

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Bagus Supriadi