Berawal dari Mensukseskan Anak

Berlanjut Jadi Owner Batik Khas Jember

KREATIF: Titin Sumartiningsih owner Batik Pandalungan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memiliki jiwa seni, bagi sebagian orang menjadi anugerah tersendiri. Kemampuan seni menggambar yang dimiliki oleh Titin Sumartiningsih mengantarkannya pada kesuksesan hingga  menjadi owner Batik Pendalungan.

Batik khas Kota Suwar-suwir ini sudah eksis dalam waktu yang cukup lama. Memiliki kualitas batik yang tepercaya. Terlebih, desain batik merupakan karyanya sendiri.

Batik Pendalungan ini berawal ketika anak-anaknya sering mengikuti berbagai lomba dan ajang prestasi. “Kadang anak saya ada yang lomba menyanyi, ada yang menjadi Gus Ning Jember. Jadi, saya mulai dari mempersiapkan keperluan anak-anak untuk urusan baju dan lainnya,” kata ibu lima anak tersebut.

Berangkat dari sana, dia mulai giat bergerak di bidang fashion. Mendirikan batik Pendalungan yang telah banyak menggandeng para pembatik dari daerah-daerah di Jember. “Desainnya dari saya, untuk produksi, saya dibantu pembatik di daerah,” imbuhnya. Hal tersebut menjadi upaya untuk mengangkat potensi lokal Jember dengan kemasan modern hingga dipercaya konsumennya.

CANTIK: Kerajinan kalung menjadi salah satu aksesoris Batik Pandalungan milik Titin Oktavos.

Selain kualitas yang baik, batik Pendalungan juga terkenal dengan pelayanan istimewa untuk para konsumen. Seperti pemesanan dengan waktu yang singkat, pewangi menggunakan biji kopi asli, harga menyesuaikan bujet pemesan, hingga melayani untuk setiap kompetisi dengan desain yang berbeda. “Kalau ada kompetisi perbankan semisal, tidak khawatir desainnya sama. Selalu kami bikin beda. Di situ kedetailan kami atas kebutuhan konsumen,” tuturnya.

Tak jarang, pemesanan juga datang untuk tamu luar negeri. Di dalam, mulai dari instansi, kampus ternama, hingga perbankan dan lainnya. Sampai sekarang, batik Pendalungan mampu menjaga eksistensinya. Warga yang berminat, bisa pesan atau melihat koleksi di Jalan Tawangmangu No 116, Tegalgede, Sumbersari Jember.

IKLAN

Reporter : Pradini Anjar Agustin

Fotografer : Pradini Anjar Agustin

Editor : Bagus Supriadi