Siswa Belajar di Tenda Darurat

Ruang Kelas SDN Jamintoro 03 Mulai Direhab

AMAN TAPI BISING: Puluhan siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat yang dibangun Polres Jember, akhir pekan kemarin. Tenda itu didirikan di halaman sekolah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Halaman SD Jamintoro 03, Kecamatan Sumberbaru, masih basah. Hujan yang mengguyur kawasan desa setempat malam sebelumnya membuat halaman sekolah becek. Di tengah kondisi demikian, puluhan siswa-siswi terlihat cukup bersemangat. Meski sejak kemarin (2/12), mereka bakal belajar di tenda darurat yang didirikan di latar sekolah tersebut.

Hari pertama mereka belajar di tenda, sejumlah siswa tampak bergotong-royong mengeluarkan bangku dan kursi dari ruang kelas yang akan dibongkar. Sementara itu, sebagian siswa lain membawa buku pelajaran dari kelas masing-masing. Mereka memboyong buku sekolah tersebut ke tenda yang bakal menjadi ruang kelas baru. Tenda itu dipasang Polres Jember di halaman sekolah sejak akhir pekan kemarin.

Ada dua tenda ukuran 6 X 12 meter yang sudah berdiri. Sedianya, tenda tersebut digunakan untuk siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang jumlahnya 37 siswa. Untuk kelas 1 sampai kelas 6, mode-model duduknya berbeda. Mereka saling membelakangi. Maklum, dari enam kelas yang ada, mereka ditampung dalam dua tenda berukuran besar.

Siswa kelas 6 belajar menghadap timur. Sedangkan bagi kelas 3, siswa belajar menghadap utara. Di bawah tenda, mereka belajar bersama tanpa pembatas. “Enak juga belajar di bawah tenda. Karena tidak khawatir atap ambrol. Tapi belajarnya kurang konsentrasi karena ramai,” ujar Amelia, siswa kelas 6. Tak hanya itu, jika hujan turun, belajar di bawah tenda rawan banjir. Sebab, kondisi tanah di bawah tenda becek dan berlumpur akibat hujan semalaman.

Kepala SDN Jamintoro 03 Dimyati menuturkan, proses belajar anak didiknya sengaja dipindahkan ke halaman sekolah dan menempati tenda darurat yang dibangun Polres Jember itu. Sebab, kondisi bangunan sekolah tak layak ditempati dan khawatir roboh. Beberapa material bangunan di dua kelas dari tiga kelas yang ada mulai rusak. “Belajar di tenda ini hingga proses renovasi ruang kelas selesai,” ujarnya.

Sejak Senin pagi, proses pembongkaran dilakukan oleh TNI, Polri, dan warga setempat. Tahap awal pembongkaran adalah menurunkan genting. Selanjutnya, memugar atap sekolah. “Yang penting siswa sudah bisa mengikuti KBM (kegiatan belajar mengajar, Red) dengan nyaman. Walau mereka belajar di bawah tenda dengan beralaskan tanah,” ucapnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Jember juga sudah siap melakukan rehabilitasi terhadap bangunan sekolah. Sebab, ruang kelas yang rusak parah, kondisinya cukup mengkhawatirkan. “Maka, langsung dilakukan pembongkaran di bagian gentingnya dulu,” imbuh Dimyati.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengutarakan, pihaknya juga siap membiayai kebutuhan renovasi ruang kelas SDN Jamintoro 03 tersebut. Namun, sebagai langkah awal, pihaknya memerintahkan Kapolsek Sumberbaru untuk menurunkan genting terlebih dahulu. Hal ini untuk mengurangi beban kuda-kuda bangunan kelas yang sudah keropos dan nyaris ambruk. “Daripada ambruk duluan dan membawa korban, maka sebelum terjadi apa-apa dengan siswa, dipasang tenda untuk KBM,” ujarnya.

Langkah darurat ini, kata dia, dilakukan untuk menyelamatkan nyawa puluhan siswa. Sebab, dari tiga ruang kelas yang ditempati enam rombongan belajar (rombel) itu, hanya satu ruangan yang masih layak. Sisanya sudah tak layak digunakan. Paling parah adalah ruang yang ditempati kelas 3 dan 4.

Apalagi, saat ini sudah mulai turun hujan, sehingga kondisi bangunan yang demikian sangat rawan roboh akibat beban genting dan atap bangunan yang bertambah. “Untuk biaya, nanti biar ditentukan. Yang penting kayu yang keropos dan tembok yang retak diperbaiki dulu,” ujar Alfian.

Tergeraknya sejumlah pihak untuk merehabilitasi gedung sekolah yang berada di perbatasan Jember-Lumajang ini setelah Jawa Pos Radar Jember memberitakan keadaan bangunan yang menjadi tempat pendidikan bagi siswa pinggiran tersebut. Kabar itu memantik rasa peduli mereka, hingga pihak kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, dan dinas pendidikan memperhatikan nasib sekolah tersebut.

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih