ILUSTRASI: Ledakan terjadi di kawasan Monas, Selasa (3/11) pagi. Ada korban akibat ledakan itu. (Istimewa)

JawaPos.com – Ledakan terjadi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (3/12) pagi. Akibatnya dua orang dari anggota TNI mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke RSCM guna mendapatkan penanganan serius.

Komandan Paspampres, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak‎ mengatakan tidak memperketat pengamanan di Istana Negara, tempat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin berkantor. “Enggak ah. Pengamanan harian sudah cukup kuat. Jadi enggak perlu. Kecuali kalau ada yang besar,” ujar Maruli saat dihubungi, Selasa (3/11).

Maruli juga menegaskan tidak ada penambahan personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di sekitaran Istana Negara. Karena pengamanan yang ada saat ini sudah cukup kuat. “Jadi Paspampres kita sudah cukup kuat untuk accident,” katanya.

Ma‎ruli berujar, untuk pengamanan di Istana Negara sudah cukup ketat dari Paspamres. Sehingga adanya insiden apapun sudah bisa diatasi dengan penjagaan Paspramres yang berjaga. “Untuk harian sudah kita antisipasi begitu ya,” ungkapnya.

Adapun jarak antara Monas dengan Istana Negara tempat Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin berkantor sangat dekat. Hanya bersebelahan saja, dan hanya berjarak beberapa meter saja.

Sekadar informasi, dua prajurit TNI mengalami luka di bagian tubuhnya akibat terkena dari ledakan di kawasan Monas, Jakarta. Saat itu prajurit TNI tersebut sedang melakukan olah raga pagi sekira pukul 07.20 WIB.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dalam konfrensi persnya me‎ngatakan ledakan itu berasal dari geranat asap. Berdasarkan informasi sementara prajurit TNI tersebut menemukan sebuah bungkusan plastik yang di dalamnya adalah granat asap.

Kapolda menegaskan, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif mengapa ada granat asap di kawasan Monas itu. Tidak ada penutupan area di sekitaran kawasan Monas.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono

IKLAN