Panitia SBMPTN meninjau pelaksanaan ujian di Universitas Indonesia 2018 lalu. (Dok. JawaPoscom)

JawaPos.com – Hari ini (2/12) registrasi akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi dibuka. Pendaftaran diwajibkan bagi mereka yang ingin mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020.

Ketua LTMPT Ravik Karsidi menuturkan, pendaftaran akun dilakukan menyusul penerapan kebijakan single sign on. Sekolah yang siswanya akan mendaftar SNMPTN, UTBK (ujian tulis berbasis komputer), dan SBMPTN 2020 wajib memiliki akun LTMPT. Caranya, langsung mendaftar ke laman resmi LTMPT di https://portal.ltmpt.ac.id.

Registrasi akun LTMPT terdiri atas dua bagian. Yakni, akun untuk pihak sekolah dan siswa. ”Kerangka waktu registrasi akun LTMPT bagi sekolah dan siswa pendaftar SNMPTN 2020 akan dibuka pukul 15.00 WIB,” ujar dia kemarin (1/12).

Sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kata dia, dapat melakukan login registrasi akun LTMPT dengan memasukkan kombinasi nomor pokok sekolah nasional (NPSN) dan kode registrasi sekolah pada data pokok pendidikan (dapodik). Sementara itu, untuk sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag), login registrasi dilakukan dengan memasukkan kombinasi NPSN dan kode education management information system (EMIS).

”Untuk siswa harus melakukan login akun LTMPT dengan memasukkan kombinasi nomor induk siswa nasional (NISN), nomor pokok sekolah nasional, dan tanggal lahir,” jelas mantan rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) tersebut.

Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto menambahkan, kebijakan sekolah dan siswa harus registrasi akun LTMPT baru diberlakukan untuk 2020. Tujuannya, memudahkan siswa yang ingin mengikuti ujian seleksi PTN. ”Satu akun bisa untuk daftar SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN. Data terintegrasi. Jadi, mereka terlayani dengan baik,” tuturnya.

Setelah memiliki akun, lanjut dia, sekolah wajib mengisi dan melakukan verifikasi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS). Pihak sekolah diminta memperhatikan jadwal pengisian agar tidak terlambat. Sebab, PDSS akan jadi rujukan pemeringkatan sesuai akreditasi sekolah. Adapun untuk siswa, setelah mempunyai akun akan diverifikasi dan divalidasi data. Bila eligible atau masuk pemeringkatan, mereka dapat mendaftar SNMPTN.

Kebijakan baru tersebut diikuti dengan aturan dilarangnya peserta yang lolos SNMPTN 2020 mengikuti SBMPTN 2020. Alasannya, untuk memberikan kesempatan kepada peserta lain yang belum bisa diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur pertama alias SNMPTN. Pendaftaran SNMPTN 2020 dibuka pada 11–25 Februari 2020. ”Untuk keadilan ya, agar memberi kesempatan peserta lain,” ungkapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mia/c10/fal

IKLAN