TRAGIS: Miyem, 45, menunjukkan TKP meninggalnya M Sirojul Milal, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga saat menjadi imam salat Isya di Pesan-trend Ilmu Giri, Selopamioro, Imogiri, Bantul. Karena lantai runtuh, korban pun tercebur yang berada tepat di bawah imam pengimaman. (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA – Insiden naas menimpa mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Jogjakarta M Sirojul Milal asal Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Saat menjadi imam salat Isya di Musala Pesan-trend Ilmu Giri, Padukuhan Nogosari RT 06, Selopamioro, Imogiri, Bantul, lantai musala yang seperti panggung roboh. Ia pun terjatuh. Tragisnya, ternyata di bawahnya ada sumur hingga masuk ke sumur. Sirojul Milal pun meninggal dunia.

Menurut warga sekitar, peristiwa tragis itu terjadi Sabtu malam (30/11) sekitar pukul 19.00. Awalnya korban Sirojul Milal bersama puluhan temannya melakukan salat berjamaah. Pada saat sujud di rakaat ketiga, tiba-tiba imam terperosok ke bawah yang ternyata kubangan sumur. Sumur itu tidak diberikan lapisan penutup yang kuat. Hanya ditutup dengan bilahan bambu dan sedikit papan kayu.

“Bambunya sudah rapuh. Mereka juga tidak tahu kalau di bawah itu ada sumur,” ungkap Miyem, warga sekitar saat ditemui  Radar Jogja di lokasi kejadian, Minggu (01/12).

Pada saat kejadian, Miyem sendiri sedang berada di rumahnya, tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Tiba-tiba seorang mahasiswa mendatangi rumahnya untuk meminjam tali tambang. Mereka memberitahu bahwa salah seorang temannya tercebur sumur. Saat Miyem keluar rumah, terdengar gaduh dan teriakan minta tolong. Sontak warga kaget dan langsung menuju lokasi kejadian.

“Proses evakuasinya sekitar setengah jam. Menggunakan tali tambang,” katanya. Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan sudah meninggal.

Sebelumnya, kata Miyem, pada saat pembangunan musala yang seperti rumah panggung itu, warga pernah memberikan saran agar pemilik Pesan-trend menutup sumur terlebih dahulu. Namun, pemilik pesantran Nasrudin Anshory  (Gus Nas) tetap melanjutkan pembangunan musala.

“Kalau dari pemiliknya, ya maunya memang begitu,” tuturnya.  Konstruksi musala dibuat menggunakan bambu dan beratap ijuk. Sedangkan bagian pondasi berupa cor.

Wardoyo, 35, warga lain yang ikut melakukan evakuasi korban mengaku, proses evakuasi sempat mengalami kesulitan. Lantaran korban tidak bisa berenang. Kondisi tubuhnya kelelahan.

“Korban berada di dasar sumur. Kedalaman sumur sekitar tujuh meter. Kedalaman airnya sendiri sekitar  tiga meter,” ungkap pria yang ikut bantu-bantu mahasiswa UIN Suka saat acara di pesantren itu.

Dia mengaku, usai proses evakuasi korban segera dilarikan ke rumah sakit. Lantaran mengalami sesak napas. Korban dibawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan ambulans. Pihak keluarga telah menjemput jenazah sekitar pukul 02.00 dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Imogiri Iptu Suyanto mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan tim Inafis Bantul Unit Reskrim Imogiri, kejadian ini  merupakan kecelakaan murni. Setelah dilakukan identifikasi, di tubuh korban tidak ditemukan indikasi adanya penganiayaan. “Keluarga juga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah,”  katanya. (mel/laz/tif)

IKLAN