Pembacaan puisi peringatan Hari AIDS Sedunia di CFD Wonogiri, Minggu (1/12) (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI, RADARJEMBER.ID – Sebaran virus HIV/AIDS di Wonogiri semakin mengkhawatirkan. Setidaknya enam ibu hamil dan tiga balita terinfeksi virus mematikan ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri Suprio Herianto mengatakan, sejak 2011 hingga November 2019 ada 532 penderita HIV/AIDS di Wonogiri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 308 penderita di antaranya masih bisa bertahan.

“Dari yang masih hidup, ada 111 penderita yang sudah mau membuka diri. Nah, yang belum membuka diri ini yang bahaya, berpotensi menular,” kata Suprio, Senin (2/12).

Hingga November 2019, setidaknya ada enam ibu hamil tertular HIV/AIDS dari suaminya. Sedangkan tiga balita terlahir terjangkit HIV/AIDS.

“Yang anak-anak hingga 2019 ada 11 orang terjangkit HIV/AIDS, tiga di antaranya balita,” katanya.

Hingga saat ini, menurut Suprio, belum ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS. Namun, untuk bertahan hidup, pasien HIV perlu minum obat antiretroviral (ARV) setiap hari.

Ini akan membantu mengendalikan virus dan memperlambat efeknya pada tubuh selama bertahun-tahun. “ARV diperoleh secara gratis. Di puskesmas sudah tersedia,” pungkas Suprio. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

IKLAN