PIBKWU Polije Siap Tampung Inovasi Kreatif

Guna Menghasilkan Produk Inovatif dan Komersial

Dorong kembangkan Kewirausahaan komersial, Triono Bambang Irawan, Kepala PIBKWU Polije saat membuka seminar Peran inkubator bisnis: menumbuhkembangkan inovasi sebagai basis komersil, Jumat (29/11) di gedung Asah Asih Asuh (A3) lantai 3 kelas G1.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dalam rangka menumbuh dan mengembangkan inovasi berbasis hasil penelitian, polije gelar seminar bentuk komitmen berinovasi bidang Bisnis dan Kewirausahaan.

Seminar yang bertajuk Peran inkubator bisnis: menumbuhkembangkan inovasi sebagai basis komersil dihadiri puluhan staf pengajar atau teknisi Polije, Jumat (29/11) di gedung Asah Asih Asuh (A3) lantai 3 kelas G1. Harapan dilaksanakannya seminar juga menumbuhkan sebanyak-banyaknya investor agar terus berinovasi yang nantinya bisa dirujuk menuju komersial.

Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBKWU) Polije, Triono Bambang Irawan mengatakan bahwa visi dari PIBKWU yaitu menjadi Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan terkemuka di Indonesia dalam bidang Agribisnis dan Agroindustri. “Karena menjadi terkemuka membutuhkan usaha dan komitmen yaitu dengan meningkatkan kinerja agar dapat menghasilkan inovasi dan mendapatkan capaian menuju yang terbaik, ” paparnya.

Para investor sendiri bisa lahir dari berbagai pihak mulai dari staf pengajar, teknisi, alumni, dan mahasiswa. Hadir juga sebagai pemateri Felix Pasila, S.T., Ph.D., selaku kepala Sentra Inovasi dan Kewirausahaan UK Petra. Dia memaparkan bagaimana gambaran teknologi dapat memberikan dampak Inovasi dan Kewirausahaan untuk menjadi komersial.

Dengan harapan kedepan bisa memiliki usaha yang prospek, Triono Bambang Irawan, Kepala PIBKWU Polije menambahkan semua sivitas Polije bisa turut andil dalam rangka menumbuh dan mengembangkan inovasi hasil penelitian sehingga muncul output berupa produk inovatif dan komersial. “Kami sebagai Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan menjadi wadah dalam upaya menjawab tantangan Bisnis dan Kewirausahaan era Revolusi Industri 4.0 yang berhubungan dengan teknologi dan daya saing terkemuka dalam bidang Agribisnis dan Agroindustri,” jelasnya.

Sementara itu, Ir. Abi Bakri, M.Si Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan saat membuka seminar pada pagi itu mengatakan bahwa Polije sudah memiliki TEFA (teaching factory) yang berstandar industri sehingga dalam pengembangan inovasi sebagai basis komersil menjadi lebih mudah. “Polije menjadi pusat temuan-temuan hasil riset atau pengabdian, yang nantinya bisa dijadikan komersil,” harapnya.

IKLAN

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Nurul Azizah

Editor :