Sobung Sarka Atasi Permasalahan Sampah dari Hulu

SOSIALISASI.Komuitas Sobung Sarka ini sangat peduli terhadap sampah, salahsatunya turun ke sekolah untuk memberikan pemahaman tentang sampah kepada pelajar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2016, jumlah sampah rumah tangga sangat tinggi mencapai 42%, disusul oleh sampah pasar tradisional 20,11%.

Hal ini menarik perhatian Komunitas Sobung Sarka (Tidak Ada Sampah) atau Zero Waste untuk meminimalisir keberadaan sampah rumah tangga di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Hal itu dikatakan oleh Nurul Hidayah, pendiri atau founder Komunitas Sobung Sarka, bahkan komunitas ini aktif melakukan sosialisasi ke sekolah, PKK RT/RW, kelompok pengajian dan komunitas dalam kurun waktu setahun ini. “Pertama kali berdiri komunitas ini akhir tahun 2018 dan memfokuskan diri dibidang lingkungan, awalnya merupakan anak Komunitas Grebeg Sedekah dan waktu itu beranggotakan enam orang,”ungkap Nurul Hidayah.

Lelaki yang akrab dipanggil Cak Oyong Itu menceritakan, Sobung Sarka aktif melaku kampanye pengguna Tumbler atau botol plastik, hal ini untuk mengurangi tumpukan sampah air minum dalam kemasan (AMDK). “Karena AMDK ini merupakan salah satu sampah terbanyak dari sepuluh jenis sampah, karena itu disarankan membawa botol plastik kemana kita pergi dan botol itu bisa diisi ulang,” imbuh Cak Oyong.

Salah satu anggota Sobung Sarka, Dina Putu Ayu menerangkan, komunitas ini mengajarkan kepada masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri.
“Seperti pembuatan kompos dari sampah rumah tangga, Ecoenzym atau pupuk cair, hal itu telah dilakukan oleh wali murid TK Gugus Kaliwates,” jelas Dina.

Komunitas penggiat lingkungan ini, mulai bulan Nopember ini sampai Maret 2020 menghimpun sikat gigi bekas dari masyarakat untuk dikirim ke Jakarta dan diolah menjadi bahan dasar meja lipat

IKLAN

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor :