Komnas HAM Bukan ‘Pemadam Kebakaran’

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Komisi Nasional Asasi Manusia (Komnas HAM) seringkali dianggap sebagai ‘pemadam kebakaran’ oleh sebagian masyarakat. Seolah-olah lembaga ini turun hanya bila ada temuan kasus pelanggaran HAM.

Anggapan itu diluruskan oleh Roni Giandono, penyuluh HAM di Komnas HAM, dia mengungkapkan, lembaga negara ini berdiri tahun 1993 berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No.50 tahun 1993 Tentang Komnas HAM. “Lembaga negara ini melaksanakan upaya kemajuan HAM melalui pendidikan dan penyuluhan serta penelitian dan pengkajian, hal ini belum diketahui oleh masyarakat dan itu merupakan salah satu tugas Komnas HAM,” ungkap Roni.

Di bagian lain, Fauzan Faradli, staf pengolah perpustakaan Komnas HAM menerangkan, untuk mendukung kemajuan HAM di Indonesia, lembaga tersebut dilengkapi perpustakaan dan memiliki koleksi buku 9000 buku. “Saat ini perpustakaan Komnas HAM tidak saja berkedudukan di Jakarta, namun juga terdapat di enam perwakilan Komnas HAM antara lain Aceh, Padang, Pontianak, Palu, Ambon dan Papua,” terang Fauzan.

Enam perwakilan Komnas HAM tersebut didirikan di luar Jawa, mengingat daerah-daerah tersebut memiliki riwayat konflik yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran HAM.

IKLAN

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor :