Pulang Salat Maghrib, Warga Pakusari Tewas Tertabrak Sri Tanjung

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga yang tinggal di Dusun Krajan Utara, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, mendadak gempar. Pasalnya Suwito, 77 warga Gang OPEC, RT 002 /RW002, Dusun Krajan Utara, Desa Patemon, Pakusari, tertabrak KA Sri Tanjung, Jumat (15/11) pukul 18.30 wib.

Akibat tertabrak Kereta Api Sri Tanjung jurusan Jember-Banyuwangi, tubuh korban hancur hingga terpotong menjadi beberapa bagian. “Korban saat itu berjalan kaki untuk menyeberang jalan di perlintasan tanpa palang pintu,” ujar Wiwid, 48 warga setempat.

Sebelumnya, korban meninggalkan rumah pada pukul 16.00 WIB. Bahkan korban baru salat Maghrib berjamaah dari masjid masjid As Salam. Tiba-tiba saat pulang danmelintasi perlintasi rel kereta api tanpa palang pintu  tertabrak kereta Sri Tanjung dari arah Jember.

Tubuh korban terseret beberpa meter. Bahkan bagian kaki dengan tubuhnya terpotong. Yang lebih mengerikan lagi, potongan kakinya terseret rangkaian kereta dan ditemukan hingga wilayah Desa Patemporan, Kalisat.

Kapolsek Pakusari, AKP Yuliati membenarkan kejadian ada warga tertabrak kereta api Sri Tanjung jurusan Jember-Banyuwangi. Diduga korban ini tidak mendengar ketika ada kereta yang saat melintas dari arah Arjasa – ke Kalisat.

Karena jarak yang terlalu dekat, korban tidak sempat menghindar. Tubuh korban terpotong menjadi beberapa bagian.” Tubuh korban ditemukan tidak jauh dari TKP, sedangkan bagian kakinya ditemukan masuk wilayah Kecamatan Kalisat. Saat ini tubuh korban sudah dikirim ke kamas mayat,” ujar Yuliati.

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor :