Polisi menunjukkan barang bukti celurit yang digunakan pelaku (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Mulutmu harimaumu. Itulah yang menimpa Diki Pradana Putra, 25, warga Kampung Sawahan RT 06 RW 10, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Diduga karena sering menghina serta mengucapkan kata-kata kurang pantas kepada anaknya, Diki babak belur setelah dicelurit Anjar Widodo, 35, yang masih bertetangga.

Setelah melakukan aksinya, Anjar sempat  lari. Namun, akhirnya dia berhasil diamankan Polsek Pasar Kliwon. Termasuk barang bukti celurit yang masih terdapat bercak darah korban. Di hadapan penyidik, Anjar mengaku nekat menganiaya dengan celurit karena kesal keluarganya sering dihina Diki.

“Kalau saya yang dihina tidak apa-apa, saya masih bisa sabar. Tapi ini sudah menghina anak dan istri saya, siapa yang tidak kesal. Kalau sama dia (Diki) sudah kenal lama. Kami masih tetangga dan sering jual beli burung,” papar bapak lima anak ini.

Puncaknya sekitar dua pekan lalu, saat berkunjung Diki sempat mengatakan hal yang kurang pantas di hadapan anak bungsu pelaku yang masih berumur 2 tahun. Karena emosi tak terbendung, Anjar melayangkan bogem mentah ke arah Diki. Namun berhasil dilerai oleh istri Anjar.

Kemudian Diki sempat membuat status di media sosial pribadinya yang menyinggung perasaan Anjar. Tidak terima, dia lantas mendatangi rumah Diki untuk meminta klarifikasi namun tidak bertemu. Tak berapa lama Diki malah mendatangi rumah pelaku menantang untuk berkelahi.

Mereka lalu bertemu di talut tidak jauh dari rumahnya. Keduanya lantas terlibat perkelahian. Diki sempat melayangkan kayu balok kearah Anjar, namun berhasil ditangkis. Anjar lantas menyabetkan celurit yang sudah disiapkan dari rumah dan mengenai tangan kiri Diki hingga patah tulang.

Pascakejadian Anjar sempat melarikan diri ke rumah mertuanya. Namun, akhirnya berhasil ditangkap. Kapolsek Pasar Kliwon AKP Tegar Satrio Wicaksono mengatakan, Anjar berhasil diringkus setelah sempat kabur selama dua pekan.

“Kami mendapat informasi kalau pelaku (Anjar) pulang ke rumah. Tadi pagi (kemarin) langsung  kami tangkap. Ketika digeledah, ditemukan celurit yang digunakan pelaku untuk menganiaya Diki. Anjar terancam hukuman 5 tahun penjara. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

IKLAN