Tim Prancis merayakan gelar juara Fed Cup 2019. Di final, Prancis mengalahkan unggulan dan tuan rumah Australia. (Tony Ashby/AFP)

JawaPos.com– Australia punya modal sangat bagus sebelum memulai final Fed Cup 2019 menghadapi Prancis. Mereka punya materi petenis papan atas dunia. Ashleigh Barty, tunggal putri nomor satu yang baru menyabet gelar WTA Finals 2019, menjadi senjata utama. Selain itu, Australia diuntungkan karena final Fed Cup tahun ini berlangsung di kandang sendiri, RAC Arena, Perth.

Tetapi, nasib baik belum berpihak kepada mereka. Pada akhirnya, Australia harus menunggu lebih lama lagi untuk mengakhiri paceklik juara di Fed Cup. Kali terakhir Australia berada di podium tertinggi pada edisi 1974. Kekalahan tipis 2-3 oleh Prancis kemarin (10/11) membuat Australia kehilangan kans terbesarnya dalam 26 tahun terakhir. Sebelumnya, pada edisi 1993, Australia berhasil lolos ke final. Namun, mereka kalah 0-3 oleh Spanyol.

Duel ketat tim Australia melawan Prancis tersaji sejak final hari pertama (9/11) dan berlanjut hingga laga penentuan kemarin. Barty yang diandalkan menyumbang poin penuh tampil dalam tiga pertandingan. Dia berhasil melewati pertandingan kedua dengan mengatasi tunggal putri Prancis Carolina Garcia dengan skor mencolok 6-0, 6-0. Kemenangan impresif itu seharusnya memberikan konfidensi yang bagus dan membawa langkah petenis 23 tahun tersebut lebih mudah saat menghadapi petenis Prancis lainnya, Kristina Mladenovic.

Tetapi faktanya, Barty tak mampu melakukan hal yang sama kepada Mladenovic. Dia takluk oleh petenis peringkat ke-40 WTA itu lewat rubber set yang diwarnai tiebreak 6-2, 4-6, 6 (7)-7 (7). Sebenarnya kompatriot Barty, Ajla Tomljanovic, sempat menghidupkan asa Australia di final setelah membuat kedudukan imbang 2-2. Dia mengalahkan delegasi Prancis lainnya, Pauline Parmentier, 6-4, 7-5.

Tetapi, hasil antiklimaks didapatkan Australia pada laga pamungkas. Ganda pasangan Barty/Samantha Stosur takluk oleh jagoan Prancis Garcia/Mladenovic dengan skor 4-6, 3-6. ’’Siapa pun tahu betapa berartinya gelar ini buat kami. Pastilah kami sangat kecewa, berada di sini (kandang sendiri) dengan hasil yang tidak kami harapkan,’’ ucap Barty sebagaimana dikutip ESPN. Hasil itu menjadi penutup akhir tahun yang tidak sempurna buat kampiun grand slam Prancis Terbuka 2019 tersebut.

Sementara itu, Mladenovic menjadi inspirator kemenangan Prancis atas Australia. Dia memberikan tiga poin kemenangan buat Prancis. Yakni, di dua laga tunggal putri dan satu pertandingan ganda putri. ’’Kredit buat jagoan Prancis Mladenovic yang memberikan permainan terbaiknya hari ini (kemarin). Sebab, kurasa dialah yang menanggung semua beban tim Prancis di pundaknya dan dia mengambil (gelar ini) dari kami,’ beber Alicia Molik, kapten tim Australia.

Kemenangan tersebut membuat Prancis kini mengoleksi tiga gelar Fed Cup setelah edisi 1997 dan 2003. Tahun ini Mladenovic dan Garcia berhasil melakukan penebusan dosa yang setimpal. Dua tahun lalu keduanya menjadi biang kekalahan Prancis oleh Republik Ceko lewat pertandingan terakhir ganda putri. Kala itu, mereka takluk oleh Karolina Pliskova/Barbora Strycova 5-7, 5-7.

’’Begitu banyak emosi yang kami bagi bersama Caro (Garcia) setelah tiga tahun lalu kami gagal pada kesempatan terakhir,’’ ungkap Mladenovic. ’’Hari ini, kami hanya ingin membalas dendam kecil buat kami sendiri, dan sulit menjelaskan bagaimana perasaan kami saat ini,’’ lanjutnya

Editor : Ainur Rohman

Reporter : nap/c17/cak

IKLAN