TERUS DIKEBUT: Alat berat terlihat di proyek box culvert Banyu Urip-Benowo dekat Manukan. Rencananya, proyek itu rampung seluruhnya tahun depan. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com – Proyek box culvert dari Banyu Urip hingga Pakal direncanakan tersambung tahun depan. Pemkot Surabaya juga meminta bantuan ke pemerintah pusat untuk pendanaan salah satu ruas dalam proyek tersebut.

Proyek box culvert dengan nama resmi saluran diversi Gunungsari itu sudah berjalan bertahun-tahun. Dana yang digelontorkan untuk menutup saluran besar dengan box culvert dan menjadikannya sebagai jalan besar itu menyedot dana dari pemkot dan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya Syamsul Hariadi menuturkan, tahun ini pemkot sedang menyelesaikan pengerjaan proyek tersebut mulai daerah Sememi hingga Jembatan Kandangan. Proyek itu ditargetkan selesai dibangun tahun depan. ”Sememi, Kandangan, Pakuwon, dan Banjarsugihan insya Allah nyambung tahun depan, 2020,” ujarnya kemarin.

Tahun depan juga akan ada pengerjaan proyek sekitar 900 meter mulai Banjarsugihan hingga Kandangan. Anggaran untuk proyek tersebut akan dialokasikan dari APBD. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 90 miliar.

Selain itu, ada pengerjaan box culvert di daerah Sememi hingga wilayah Kelurahan Benowo. Syamsul mengungkapkan, pemkot akan meminta bantuan pemerintah pusat untuk pendanaan proyek tersebut. Panjang proyek itu sekitar 2 kilometer. ”Awak dewe wes ngirim surat (ke pemerintah pusat, Red),” jelasnya.

Bila sesuai rencana, proyek box culvert yang dimulai dari daerah Banyu Urip tersebut bisa selesai hingga Kelurahan Benowo yang masuk wilayah Kecamatan Pakal. Pengendara jadi lebih nyaman melewati jalan yang lebar dan mulus itu. Kemacetan juga bisa berkurang.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c20/ano

IKLAN