Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengalahkan ganda nomor satu Taiwan Wang Chi-Lin/Lee Yang pada babak pertama Fuzhou China Open 2019. (PP PBSI)

JawaPos.com-Ganda putra kebanggaan Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan lolos ke babak 16 besar Fuzhou China Open 2019 dengan susah payah.

Pada pertandingan hari ini di Haixia Olympic Sport Center, Fuzhou, juara dunia tiga kali itu mengalahkan ganda putra nomor satu Taiwan Wang Chi-Lin/Lee Yang dalam tiga game yang berlangsung sangat ketat dengan skor 27-25, 22-24, 21-17.

Pertandingan ini berlangsung dalam tempo yang cukup lama, sampai 57 menit.

Game pertama berjalan sangat luar biasa. Hendra/Ahsan harus menjalani tujuh game point sampai akhirnya menuntaskannya dengan kemenangan dalam kedudukan 27-25. Kejar-mengejar poin mendekati akhir ketika dua pasangan mencapai angka sama kuat 25-25.

Saat itu, Hendra/Ahsan bermain jauh lebih tenang untuk mengambil dua angka secara beruntun. Sebuah smes keras Ahsan yang membelah pertahanan Wang/Lee mengakhiri game pembuka yang berjalan superdramatis tersebut.

Kondisi pada game pertama ternyata juga berlanjut pada game kedua. Kejar-mengejar angka terjadi. Situasi berjalan sangat ketat. Wang/Lee sempat memimpin 14-10, namun The Daddies mengejar, bisa menyamakan kedudukan, dan bahkan mencapai game point lebih dulu dalam kondisi 20-19.

Tetapi sayang, kejadian pada game pertama tidak terulang. Ganda Taiwan yang menempati ranking 10 dunia itu lebih klinis pada angka-angka kritis.

”Kami sudah menyangka akan ramai kalau ketemu mereka, memang selalu nggak mudah kalau melawan mereka. Di game kedua kami terlalu banyak kasih bola-bola pelan, mereka sudah antisipasi dan kami balik tertekan,” kata Hendra dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Kekhawatiran bahwa Hendra/Ahsan akan habis pada game ketiga ternyata tidak terjadi. Walau usia mereka mencapai 35 dan 32 tahun, nyatanya juara All England 2019 itu memiliki siasat yang pas agar tidak kehabisan bensin.

Di game ketiga, ganda nomor dua dunia itu langsung tancap gas, memimpin jauh 14-7, dan tidak terkejar sampai akhir pertandingan.

”Di game ketiga, kami fokus di pukulan pembukaan, dan kami usahakan turunkan bola supaya dapat kesempatan untuk menyerang,” kata Hendra ketika ditanya apa rahasianya sehingga mereka bermain relatif gampang pada game penentuan.

Pada babak kedua, Hendra/Ahsan akan berjumpa dengan wakil tuan rumah, Zhang Nan/Ou Xuanyi. Kedua pasangan, tidak pernah bertemu sebelumnya. Zhang/Ou ini sepanjang 2019 juga banyak bermain pada turnamen-turnamen Super 100 atau bahkan International Series. Mereka sempat menjadi juara Yuzu Indonesia Masters 2019 di GOR Ken Arok, Kota Malang awal Oktober lalu.

”Untuk besok, kami harus main lebih sabar, apalagi bolanya agak lambat,” kata Hendra.

Sementara itu, kesuksesan Hendra/Ahsan juga diikuti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mereka mengalahkan ganda nomor dua Taiwan Liao Min-chun/Su Ching-heng dengan skor mudah 21-12, 21-12.

Pada babak 16 besar, Fajar/Rian akan menghadapi finalis All England 2019 asal Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Editor : Ainur Rohman

IKLAN