JawaPos.com – Budi Tantoro tidak menyangka kartu kreditnya di enam bank dibobol dengan menggunakan SIM card lawas yang sudah dimatikan. Nomor seluler lamanya ternyata aktif lagi dan digunakan untuk membobol sandi kartu kredit. Kartu itu kemudian dipakai belanja online. Duit yang hilang Rp 88 juta.

Pria yang tinggal di kawasan Surabaya Timur itu sudah melaporkan kasus yang dialaminya ke Polda Jatim. Budi menceritakan, pada 22 Juli 2018, dia menonaktifkan nomor selulernya di Grapari Galaxy Mall Surabaya dengan alasan tertentu. Nomor tersebut selama ini terhubung dengan semua kartu kredit miliknya.

Budi yakin semua data yang terhubung dengan nomor tersebut akan terhapus. Termasuk nomor-nomor kartu kreditnya. ”Data-data pengguna lama mestinya juga sudah terhapus,” kata Budi.

Telkomsel ternyata mengaktifkan kembali nomor tersebut dan menjualnya kepada orang lain. Pria 34 tahun itu mulai curiga. Ketika dirinya tidak bisa mengakses e-mail pada 28 April 2019.

Nah, e-mail itu terhubung dengan nomor yang sudah dinonaktifkan. Saat mencoba verifikasi, sistem mengirim kode verifikasi ke nomor seluler yang sudah mati. Budi tidak bisa melihat dan menggunakan kode verifikasi tersebut karena nomor itu sudah milik orang lain.

Sejak e-mail-nya diretas, Budi mendapati serentetan pembobolan kartu kreditnya di enam bank. Di salah satu bank, ada empat transaksi senilai Rp 25,3 juta. Transaksi itu merupakan belanja di salah satu toko online. Dia juga ditagih bank lain sampai Rp 28 juta.

Di bank lain dia juga ditagih tujuh transaksi kartu kredit untuk membeli pulsa di aplikasi belanja online. Jumlahnya Rp 1,7 juta. Pembobolan terus berlangsung. Saat dia datang ke kantor sebuah bank pada 22 Mei untuk mengecek, dia mendapati ada transaksi kartu kredit yang tidak dikenalinya senilai Rp 9,3 juta beberapa jam sebelumnya.

Begitu pula saat dia mengecek di bank yang berbeda. Ada tiga kali transaksi yang tidak dikenalinya. Di bank yang lain, ada 12 kali transaksi yang juga tidak dikenalinya. Nilainya sampai Rp 23,7 juta.

Budi kemudian mendatangi bank-bank yang kartu kreditnya dibobol. Namun, pihak bank tidak mau tahu. Dari kantor bank di Surabaya, alasannya selalu sama. Investigasi dilakukan kantor Jakarta. Meski begitu, saya diminta bayar tagihan transaksi yang tidak saya kenal. ”Saya ingin masalah ini cepat selesai. Karena khawatir kalau terus berlarut, bunganya bertambah dan tagihan semakin banyak,” ujarnya.

Telkomsel: Matikan Fungsi Perbankan sebelum Tutup Kartu

Manager Corporate Communications Area Jawa Bali Telkomsel Erwin Kusumawan menjelaskan, sebuah nomor Telkomsel yang sudah ditutup bisa di-recycle dan diaktifkan hingga dijual kembali. ”Nomor yang sudah berada dalam rentang waktu 180 hari setelah deaktif akan dirilis lagi untuk bisa diaktifkan kepada calon pelanggan kartuHALO Telkomsel yang berminat terhadap nomor tersebut,” ujarnya.

Namun, Erwin menekankan, data pemilik nomor lama memang masih berfungsi. Tapi, itu sebatas sebagai database. Lalu, bagaimana nomor yang terhubung dengan data perbankan? Erwin menuturkan, suatu nomor yang terhubung dengan perbankan hanya bisa dikelola pelanggan tersebut secara mutlak. ”Telkomsel tidak bisa melakukan proses-proses tersebut. Karena kalau sudah berbicara layanan perbankan, itu semua telah menjadi ranah privat,” terangnya.

Erwin juga menegaskan, pihaknya selalu mengedukasi pelanggan terkait apa pun ketika mereka melakukan proses pasang nomor baru ataupun berhenti berlangganan. ”Jika sebuah nomor terhubung dengan perbankan, kami selalu sampaikan juga bahwa pelanggan wajib mencabut autodebet atau fungsi perbankan lain pada nomor yang diberhentikan tersebut ke bank terkait. Itu semua sebagai bentuk tanggung jawab Telkomsel terhadap keamanan pelanggan,” urainya.

KARTU SELULER BEKAS BIKIN APES

1. Budi menonaktifkan nomor selulernya pada 22 Juli 2018.

2. Pada 28 April 2019 Budi gagal login ke e-mail.

3. Kode verifikasi e-mail dikirim ke nomor lawas dan sudah menjadi milik orang lain.

4. Setelah e-mail diretas, kartu kreditnya di enam bank dibobol.

5. Ada puluhan transaksi belanja yang tak dikenal di aplikasi online.

6. Pihak bank tetap meminta tagihan kartu kreditnya dilunasi.

7. Kerugian yang harus ditanggung Rp 88 juta.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (gas/car/c6/eko)

IKLAN