Kembangkan TEFA, Polije Panen Pujian

KAGUMI TEFA : Mareta (berjilbab) beserta Tim Kemenko PMK, bersama Saiful Anwar (kanan), Direktur Polije ketika Mengunjungi Teaching Factory (TEFA) Smart Green House (SGH) dengan tanaman Melon.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Politeknik Negeri Jember (Polije) sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pelatihan vokasional gencar mengembangkan pendidikan tinggi vokasi unggul.

Atas pencapaian yang dilakukan Polije, Senin (4/11), Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan kunjungan ke Polije. Kegiatan tersebut tidak lain untuk mengetahui dan memantau dari dekat pengembangan pendidikan tinggi vokasi. “Kami beserta tim ditugaskan untuk menindak lanjuti langkah-langkah koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian kebijakan program dikti dan pemanfaatan iptek”, ujar Mareta Pratiwi, Kepala Bidang Pendidikan, Asisten Deputi Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan Iptek, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko.

Kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK di Polije mendapat sambutan hangat. Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP, MP, memaparkan capaian yang diraih Polije selama 31 tahun. “Berbagai capaian telah dilakukan Polije mulai capaian jurusan dan program studinya, jumlah mahasiswanya, terus membenahi kurikulumnya, kerjasama nasional dan internasionalnya,” jelasnya.

Adapun bentuk kerjasama yang terjadi baik dalam program student dan lecture exchange maupun double degree dengan berbagai PT di China, Korea, Thailand, Malaysia dan rintisan negara lainnya, program hibah kompetisi PEDP dan Revitalisasi serta mengembangan teaching factory (TEFA) yang berstandar industri sebagian bagian yang tidak terpisahkan dalam menguatkan tingkat kompetensi lulusannya.

Tidak hanya itu, yang lebih membanggakan lagi saat ini Polije mempunyai program revitalisasi dan Pusat Unggulan Teknologi (PUT) berupa Teaching Factory (TEFA), meliputi: PUT Pengolahan dan Pengemasan Pangan, PUT Produksi Pertanian, PUT Peternakan, dan PUT Informatika. Keberadaan PUT pengolahan dan pengemasan pangan diwujudkan dalam bentuk TEFA Bakery dan Fish Canning, PUT Produksi Pertanian diwujudkan dalam bentuk SGH (Smart Green House) dan Pabrik Produksi Benih, sedangkan PUT Peternakan diwujudkan dalam bentuk Feedlot (penggemukan Sapi).

“Polije telah mengembangkan program revitalisasi dan Pusat Unggulan Teknologi (PUT) berupa Teaching Factory (TEFA), meliputi : PUT Pengolahan dan Pengemasan Pangan, PUT Produksi Pertanian, PUT Peternakan, dan PUT Informatika. Keberadaan PUT pengolahan dan pengemasan pangan diwujudkan dalam bentuk TEFA Bakery dan Fish Canning, PUT Produksi Pertanian diwujudkan dalam bentuk SGH (Smart Green House) dan Pabrik Produksi Benih, sedangkan PUT Peternakan diwujudkan dalam bentuk Feedlot (penggemukan Sapi)”, ujar Saiful Anwar.

Hal ini pun membuat Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK menyatakan kekagumannya atas capaian Polije khususnya dalam mengembangkan TEFA . “Kami kagum dan tidak menyangka Polije telah pesat dalam mengembangkan TEFA yang berstandar industri, yang bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa serta berdampak untuk menghasilkan PNBP,” pungkas Mareta.

IKLAN

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Istimewa

Editor :