Menakar Pembelajaran Abad 21

Oleh: Alfiah*

Tantangan dunia pendidikan dalam Revolusi Industri 4.0 adalah setiap Qmanusia, disentuh dan bersentuhan dengan teknologi sejak dia lahir bahkan sejak dalam kandungan. Oleh karena itu tantangan di era ini antara lain berkaitan dengan akselerasi teknologi dan sains, tren politik, kekuatan ekonomi, tren sosial budaya modern yang menuntut dilakukannya perubahan.

Indonesia pada tahun 2045 diproyeksikan akan menjadi negara maju makmur dan adil, serta diharapkan menjadi salah satu dari 7 kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Salah satu upaya tersebut yaitu meningkatkan kualitas. Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi baru yang berkualitas, mampu bersaing, bersanding bahkan bertanding dalam era globalisasi. Oleh karena itu, lahirlah pembelajaran kompetensi abad 21 pada Kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran tematik terpadu. Pembelajaran tematik terpadu merupakan sebuah sistem dan pendekatan pembelajaran yang melibatkan berbagai disiplin ilmu atau mata bidang studi.  Tujuannya agar peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna. Di samping itu, pengetahuan yang mereka dapatkan mencakup semua lintas disiplin ilmu.

Pembelajaran tematik merupakan salah satu alternatif model pembelajaran di sekolah. Model ini memungkinkan siswa baik secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali, mengeksplorasi, dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik, autentik, dan berkesinambungan.

Implementasi Kurikulum 2013 menuntut adanya perubahan paradigma pada pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran yang awalnya berpusat pada guru (teacher centered) berubah menjadi berpusat pada peserta didik (student centered). Pendekatan saintifik juga diharapkan mampu mengubah iklim pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif dan partisipatif, serta mampu merangsang untuk berpikir kritis dan analitis dari peserta didik, bahkan sampai peserta didik menghasilkan karya.

Adapun pembelajaran dengan kompetensi abad 21 bercirikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, 4-C (Critical Thinking, Collaborative, Creativity, Communicative), HOTS (High Order Thinking Skill). Penguatan Pendidikan Karakter meliputi: integritas, religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, toleransi, tanggung jawab, kreatif dan peduli lingkungan. Sementara, Literasi merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas. Antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis dan atau berbicara.

Selain itu, guru harus merangsang dan memfasilitasi tumbuh-kembangnya pola pikir 4-C pada peserta didik, yaitu critical thinking, collaborative, creativity, communicative. Critical thinking merupakan upaya merangsang tumbuhnya kemampuan berpikir kritis peserta didik. Collaborative yaitu upaya merangsang tumbuhnya kemampuan peserta didik untuk bekerja sama dengan berbagai pihak. Creativity yaitu merangsang tumbuhnya kemampuan peserta didik berpikir kreatif  inovatif atau munculnya ide-ide baru orisinal. Sedangkan communicative, yaitu merangsang tumbuhnya kemampuan peserta didik untuk mengomunikasikan pikiran dan ide-ide yang dimilikinya.

Kurikulum 2013 mengadopsi konsep pemikiran Taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dimulai dari level mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Oleh karena tuntutan Kurikulum 2013 harus sampai pada taraf mencipta, maka peserta didik harus terus menerus dilatih untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Pembelajaran yang dapat diterapkan adalah pembelajaran dengan memberdayakan untuk berpikir tingkat tinggi (high order thinking).

Pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skill) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. HOTS atau kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan suatu kemampuan berpikir yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat saja, namun membutuhkan kemampuan lain yang lebih tinggi, seperti kemampuan berpikir kreatif dan kritis.

Pembelajaran HOTS diperlukan untuk merangsang daya pikir tingkat tinggi, dan membangkitkan hormon gembira. Hal ini dapat dimulai oleh guru dengan cara menciptakan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM); memilih pendekatan pembelajaran yang tepat dan efektif menggunakan media dan sumber belajar yang bervariasi, melakukan pembentukan karakter dan kompetensi secara tepat; menentukan kriteria keberhasilan; serta mengembangkan organisasi dan manajemen pembelajaran yang efektif.

Pendidikan mempunyai peran penting sebagai sarana human resources dan human investment. Selain bertujuan menumbuhkembangkan kehidupan yang lebih baik, pendidikan juga ikut mewarnai dan menjadi landasan moral dan etik dalam proses pemberdayaan jati diri bangsa.

*) Alfiah, adalah Mahasiswa Program Studi Pascasarjana IAIN Jember,  tulisan ini pernah dipresentasikan pada seminar Internasional di Universiti Kebangsaan Malaysia pada tanggal 18 September 2019.

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :