Kami Hanya Ingin Cari Kebahagiaan Hati

AWET MUDA:  Saling guyonan sesama anggota, mereka jadikan salah satu resep untuk menghidupkan suasana. Mereka pun tak pandang status sosial.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbeda dengan komunitas lainnya, puluhan anggota SKETSA datang ke kantor Jawa Pos Radar Jember kompak dengan baju kebesaran mereka, warna pink-pink dan hijab pink. Meski rata-rata usianya yang tak lagi muda, mereka tetap semangat berkreasi.

SKETSA adalah komunitas perkumpulan ibu-ibu sosialita yang sudah memasuki lansia. Bahkan sudah banyak yang lansia. Kegiatannya pun beragam. Intinya mereka ingin mencari kebahagiaan hati. Dengan cara apa ? dengan cara memberi, bakti sosial, arisan sampai menyenangkan hati dan pikiran dengan refreshing alias mlaku-mlaku.

PERERAT HUBUNGAN: SKETSA selalu jaga kesolidan, keguyub-rukunan dan juga agar lebih merasa berguna dan tak ketinggalan informasi terkini.

Awalnya, SKETSA berangkat dari kegiatan fun, dancing dan bernyanyi. Seiring berjalannya waktu, foundernya bu Ibrahim sudah tidak lagi di Jember. Nama SKETSA yang dulu ada singkatannya, kini pun langsung dipatenkan menjadi SKETSA saja.

“Acaranya ya yang berhubungan dengan usia kami. Meskipun kami manula, tapi kami tetap ingin membahagiakan batin kami kumpul bersama teman-teman se umuran,” jelas Titin Oktavos, koordinator SKETSA.

Saling mengisi satu dengan yang lainnya. Flashback cerita jaman dahulu saat mereka muda, sampai bermain dengan mainan anak-anak. Agar menyegarkan otak lebih muda lagi. Tak jarang, guyonan lucu dan rempong mereka soal usia menjadi bahan candaan yang menghidupkan suasana.

“Karena kebanyakan putra-putri kami sudah dewasa dan berada di luar kota. Jadi kami banyak ibu-ibu yang kesepian di rumah. Maka dari itu dengan adanya komunitas ini, semakin me-refresh batin dan pikiran kami. Tujuannya agar tidak stress,” imbuh Titin.

Yang menarik, anggota SKETSA pun dibatasi. Anggotanya sekarang hanya ada 50 orang saja. Anggota baru yang ingin masuk pun harus menyesuaikan dengan mereka. Syarat utamanya, usia harus di atas 45 tahun. “Selain itu harus bisa menyesuaikan dengan kegiatan rutin kami,” lanjut Titin, sembari tertawa kecil.

Bahkan sekarang ini, anggota mereka ada yang sudah berusia 85 tahun. Yaitu Bu Sutikno, dan Bu Asik yang berusia 82 tahun. “Mengatur 50 orang itu sudah susah.  Jadi buat apa kalau banyak-banyak anggota tetapi kalau tidak solid,” papar Titin.

Tujuan dari pembatasan anggota itu ingin mempererat hubungan mereka. Agar selalu solid, guyub rukun. Selain itu juga agar lebih merasa berguna dan tak ketinggalan informasi terkini. “Kalau banyak tapi tidak tertata ya buat apa,” lanjutnya.

Di tubuh SKETSA sendiri, mereka juga rutin untuk menabung. Dananya pun akan dibuat mengadakan acara sosial. Ada kas sosial dan even sosial. Selain itu, SKETSA juga punya basecamp sendiri loh. Rumah Makan (RM) Lestari menjadi basecamp resmi komunitas ini. “Kami juga sering mengadakan kegiatan dancing, renang, dan senam,” kata Titin.

Bahkan setiap bulan ada pertemuan rutinnya. Berbagai hal mereka bahas disana. Tentunya, acara umum ibu-ibu ya ada arisannya ya. Apalagi kalau ada hari besar tanggal merah. Mereka sudah mempersiapkan agenda khusus untuk memperingatinya. Mereka mencontohkan saat HUT Indonesia. Di pertemuan rutin itu, setiap anggota wajib mengenakan pakaian bertemakan proklamasi. Kekompakan itulah yang mereka bangun sejak awal hingga sekarang. Dan membuahkan kesenangan batin di usia mereka yang tak lagi muda.

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Hadi Sumarsono