Tertibkan Penggunaan Bahasa Indonesia

Gelar Penyuluhan Bahasa Media Luar Ruang

KENANG-KENANGAN: Drs Amir Mahmud Mpd menyerahkan cenderamata kepada Akhmad Sofyan M HUM, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unej dalam kegiatan penyuluhan bahasa, kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Perkembangan zaman membuat eksistensi bahasa Indonesia mulai tersingkirkan oleh bahasa asing. Melihat fenomena itu, Balai Bahasa Jawa Timur menggelar penyuluhan bahasa Indonesia media luar ruang di Kabupaten Jember di Aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, kemarin (22/10).

Kegiatan ini untuk membenahi kebahasaan dan menertibkan media luar ruang sebagai fasilitas dan wajah publik dalam menggunakan bahasa Indonesia. “Kami menyambut baik kegiatan Balai Bahasa Jawa Timur ini, karena bisa menambah pengetahuan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta kemampuan berbahasa semakin baik,” kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unej Prof Dr Akhmad Sofyan MHum

Penyuluhan berlangsung selama dua hari, mulai dari 22 hingga 23 Oktober. Pesertanya sebanyak 50 orang dari berbagai lembaga. Mulai dari lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga swasta.

Kepala Balai Bahasa Jawa Timur yang diwakili oleh Drs Amir Mahmud MPd mengatakan, penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan publik masih kurang tepat dan cenderung dianaktirikan oleh bahasa asing.

Penggunaan tata bahasa yang digunakan selama ini masih banyak yang keliru. Untuk itulah, pihaknya menggelar penyuluhan guna menertibkan penggunaan bahasa Indonesia, sehingga menjadi bermartabat di negara sendiri.

“Kalau bahasa dipakai dengan benar dan santun tidak masalah. Selain menjadi bahasa komunikasi, juga sebagai alat pemersatu. Jadi, dengan cara apa lagi kita mempersatukan negara ini selain dengan kebahasaan,” jelasnya.

Ada beberapa materi dalam penyuluhan ini. Yakni kebijakan BBJT dalam penggunaan bahasa media luar ruang, Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), bentuk dan pilihan kata, peristilahan dan kata serapan, serta kalimat efektif.

Bentuk pengontrolan dalam penyuluhan ini juga diselingi dengan tes sebelum dan sesudah materi untuk mengetahui kemampuan peserta dalam hal penggunaan tata bahasa. “Agar ke depannya penggunaan bahasa Indonesia tertib di dalam negeri ini, baik lisan maupun tulis. Karena bahasa mencerminkan logika dan cara berpikir dari bangsa itu sendiri dengan cara memperbaiki negara ini dari sudut kebahasaan,” terangnya.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi kegiatan rutin dari Balai Bahasa Jatim dan dilaksanakan serentak pada lima kota di Jawa Timur, termasuk di Jember.  Amir berharap penyuluhan ini mampu mengetahui penggunaan tata bahasa yang tepat di lingkungan pemerintahan dan bahasa Indonesia kembali bermartabat. “Tidak ada larangan terkait penguasaan bahasa asing. Seharusnya, bahasa Indonesia digunakan terlebih dahulu, kemudian baru bahasa asing,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Nurul Azizah

Editor : Bagus Supriadi