TUSUK ISTRI : Ketut Gde Arista berurusan dengan polisi karena menusuk istrinya dengan belati setelah melihat status FB. (Agus Bayu/Bai Express/JPG)

JawaPos.com – Entah apa yang ada dipikiran I Ketut Gede Arista, 23, saat menganiaya Ni Gusti Ayu Sriasih, 21, istri yang telah memberinya dua putra ini. Arista, begitu pelaku biasa disapa, kalap dan melakukan penusukan secara brutal terhadap istrinya karena melihat status istrinya di Facebook.

Arista dengan korban menikah pada Juni 2015 silam. Karena sering bertengkar, pasangan ini pada Juni 2019 memutuskan berpisah atau cerai secara adat. Secara hukum mereka masih sah suami istri. Keduanya tinggal di Denpasar, di tempat kos masing-masing. Namun masih sering berhubungan dan bertemu. Diketahui tersangka dari dulu sering melakukan KDRT kepada istrinya, tetapi selalu berakhir dengan damai.

Kali ini bukan lagi kekerasan fisik berupa pukulan. Namun Arista tega menusuk istrinya sendiri. Alasannya karena cemburu dan tersinggung dengan status istrinya di facebook (FB).

Kanit PPA Polresta Denpasar AKP Josina Lambiombir menjelaskan dalam pers rilis pada Selasa (22/10), bahwa pelaku menusuk istrinya di kamar kos milik istrinya di Jalan Gunung Sang Hyang Nomor 124 kamar nomor 3, Denpasar.

Pelaku Arista menusuk istrinya pada 17 Oktober lalu pukul 01.20. Dia datang dengan marah-marah dan mendobrak pintu istrinya. “Karena tidak dibukakan pintu, mereka bertengkar, dan pelaku emosi kemudian menusuk istrinya,” jelas AKP Josina seperti dikutip Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (22/10).

Alasan pelaku tega menusuk istri yang sudah memberikannya dua anak tersebut karena marah dengan status istrinya di FB yang berbunyi. ‘Dimana-mana kalau sudah janda pasti bening lagi. Karena lebih fokus ngurus badan tanpa ngurus anak lagi. Lalu pada saat menjadi bini dibilang dekil, kisut, dan kusut karena efek suami nggak ngasih uang untuk ngurus dirinya sendiri’. Kata–kata ini membuat pelaku kalap.

Usai menikam istrinya, pelaku mengunci pintu kamar korban yang bersimbah darah. Pelaku memilih lari ke Karangasem, tempat asalnya. “Pelaku menusuk korban dua kali, di punggung sebelah kiri dan rusuk sebelah kanan dengan menggunakan pisau belati yang dibawa oleh pelaku kemana-kemana,” beber AKP Josina.

Ketika sang suami meninggalkan kos istrinya, tetangganya lalu menghubungi orang tua korban, untuk memberitahukan bahwa anaknya ditusuk oleh seseorang. “Orang tua korban datang ke kos anaknya, dan melihat anaknya sudah bersimbah darah,” tambah Josina.

Tidak terima anaknya ditusuk, orang tua korban I Gusti Ngurah Pandu melaporkan kejadian tersebut ke Kapolresta Denpasar. Dari keterangan pelapor dan para saksi, penusuk mengarah ke suami korban. “Dari hasil olah TKP dan keterangan pelapor, dugaan pelaku penusukan mengarah ke suami korban,” imbuhnya.

Tim Resmob bersama unit Opsnal Polresta Denpasar melacak keberadaan pelaku yang berada di Karangasem. Akhirnya Arista ditangkap sekitar 12 jam setelah kejadian.

Korban yang juga seorang wiraswasta ini kini dalam keadaan kritis di RSUP Sanglah. Sementara itu, atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 44 Ayat 2 UU No 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 30 juta.

IKLAN