EVAKUASI: Polisi dibantu warga mengevakuasi korban di kebun jeruk milik Anto Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Sabtu sore (19/10). (Polsek Tegaldlimo for RaBa)

JawaPos.com – Setelah dinyatakan hilang selama dua hari oleh keluarganya, Tawani, 60, warga Dusun Pandanrejo, Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, ditemukan warga sudah meninggal dengan kondisi gantung diri di kebun jeruk milik Anto, 50,warga setempat, Sabtu sore (19/10).

Saat ditemukan warga, kondisi Tawani ini sangat mengenaskan. Selain menggantung di pohon jeruk, tubuhnya sudah mulai membusuk dan dikerumuni lalat. “Warga menemukan korban setelah mencium bau busuk dari kebun jeruk milik Anto,” terang Kapolsek Tegaldlimo AKP Priono melalui Kanit Reskrim Ipda Wignyo Asmoro.

Menurut kanit reskrim, Tawani itu sejak Kamis (17/10) tidak pulang. Oleh keluarganya dikabarkan hilang setelah mencari kemana-mana tidak ketemu. “Korban itu sebelumnya pamitan untuk mencari pakan ternak, tetapi tidak kunjung pulang,” ujarnya.

Pada Sabtu (19/10) sekitar pukul 15.30, terang dia, dua orang warga Heri Purnomo, 45, dan Suraji, 40, mencium bau tidak sedap saat melewati kebun jeruk milik Antok. Merasa ada yang tidak beres, ia mencari asal bau tersebut. Setelah ditelusuri, ternyata sumber bau itu dari jasad korban yang terikat tali di pohon. “Korban ditemukan dengan pakaian lengkap, dan sudah meninggal,” terangnya.

Melihat ada orang yang meninggal dengan tubuh menggantung, kedua warga itu langsung lari dan berteriak minta tolong kepada warga. Ada teriakan itu, warga juga berdatangan. “Ada warga yang lapor ke polsek, dan kita juga meluncur ke lokasi,” cetusnya.

Dengan dibantu warga, polisi mengevakuasi jenazah korban. Proses evakuasi, tidak mudah karena tubuhnya menggantung dengan leher diikat tali plastik pada pohon. Sedang kondisi jalan yang dilalui, harus melewati kebun jeruk milik warga. “Untuk proses evakuasi, terpaksa memotong beberapa pohon yang menghalangi jalan,” cetusnya.

Usai dievakuasi, masih kata dia, jenazah dibawa ke Puskesmas Tegaldlimo untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas medis, tidak ditemukan ada luka bekas penganiayaan. Diduga, korban itu meninggal sekitar dua hari lalu. “Diduga sengaja bunuh diri,” ujarnya.

Hanya saja, belum diketahui pasti penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri itu. Dari keterangan keluarganya, korban menderita penyakit sesak napas menahun. “Mungkin lelah dengan penyakitnya itu,” pungkasnya.(abi)

(bw/rio/als/JPR)

IKLAN