SULIT DIPADAMKAN: Angin kencang membuat kebakaran kawasan Merapi Ungup-Ungup meluas. Foto diambil pukul 19.00, Senin (21/10). (Ramada Kusuma/Jawa Pos Radar Banyuwangi)

JawaPos.com – Beberapa wilayah hutan dan pegunungan di Pulau Jawa terbakar hebat. Jawa Timur mengalami kondisi terparah, terutama di kawasan Gunung Arjuna-Welirang.

Skala kemudahan terbakar atau Fine Fuel Moisture Code yang ditampilkan di laman BMKG menunjukkan, separo wilayah selatan Indonesia terpapar kode merah atau sangat mudah terbakar. Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dinyatakan sepenuhnya dalam kode merah.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setidaknya 5 kawasan hutan di Jawa Timur, 1 di Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta 5 blok di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon mengalami kebakaran.

Kebakaran disertai puting beliung setidaknya terjadi di dua titik. Yakni, kawasan Gunung Rante, Banyuwangi. Kobaran api mendekat ke pos jalur pendakian Paltuding.

Kondisi terparah terjadi di kawasan Gunung Arjuna-Welirang. Kondisi angin kencang ini juga menghalangi upaya pemadaman dari udara. Guncangan helikopter karena perubahan kecepatan udara dalam waktu singkat menghalangi operasi pemadaman karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang pada Senin pagi (21/10). ”Helikopter jenis MI-8 akhirnya kembali ke landasan di Lanud TNI-AU Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur,” kata Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo kemarin.

Agus mengatakan, angin kencang membahayakan operasi ”pengeboman” di beberapa titik karhutla. Titik tersebut berada di kawasan Maha Pena, Watu Bagong, dan Curah Sriti. Berdasar laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, angin bertiup dengan kecepatan 25 knot. Padahal, kecepatan aman untuk penerbangan adalah 10 knot. ”Hingga siang angin masih cukup kencang sehingga operasi pengeboman dihentikan. BPBD akan melanjutkan operasi pengeboman besok (hari ini, 22/10, Red) pukul 06.00 WIB,” lanjut Agus.

Angin kencang di sekitar kawasan Arjuna-Welirang juga mengamuk di permukiman warga di kawasan wisata Kota Batu, Malang. Tepatnya di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. Angin ribut bertiup sejak Sabtu (19/10) sekitar pukul 23.30 WIB hingga Minggu (20/10). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga atas nama Sodiq meninggal dunia. Sejumlah orang mengalami luka-luka dan mengalami gangguan saluran pernapasan.

TANGGAP: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko meninjau pengungsi di Balai Desa Punten, Batu. (Rubianto/Jawa Pos Radar Malang)

Selain melumpuhkan hampir seluruh wilayah Desa Sumberbrantas, angin kencang merusak sedikitnya 20 rumah, fasilitas umum, jaringan komunikasi, dan jaringan listrik di Desa Sumbergondo.

Agus mengatakan, berdasar laporan BPBD Kota Batu, banyak pohon yang tumbang sehingga mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan dan fasilitas umum.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Batu yang dibantu personel TNI-Polri memutuskan untuk mengevakuasi seluruh warga yang berada di Desa Sumberbrantas, menutup jalur lalu lintas Kota Batu menuju Kabupaten Mojokerto via jalur Cangar. Warga juga dilaporkan mengungsi di sejumlah titik. Di antaranya, posko PB BPBD Kota Batu 379 jiwa, rumah dinas wali kota 122 jiwa, Balai Desa Punten 530 jiwa, Balai Desa Tulungrejo 40 jiwa, SDN 1 Punten 173 jiwa, Balai Desa Sidomulyo 7 jiwa, dan kantor Kelurahan Songgokerto 19 jiwa. ”Sedangkan posko lain yang sedang dipersiapkan adalah posko Kelurahan Sisir, posko GOR Ganesa, posko Balai Desa Sumbergondo, dan sekretariat PGRI,” jelas Agus.

Jalur Pendakian Tinggal Separo

Tak ada lalu-lalang wisatawan. Yang terlihat hanya hamparan abu dari sisa semak-semak dan ranting yang terbakar.

Pasca kebakaran dua hari lalu, sekitar Paltuding, Gunung Ijen, dan rest area Pos Ranti, Gunung Ranti, Banyuwangi, Jawa Timur, mirip puing-puing sisa peperangan. Jawa Pos Radar Banyuwangi melaporkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua gunung itu belum padam hingga kemarin (21/10).

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi tadi malam, kobaran api terus merembet ke sisi utara Ijen, yakni kawasan Merapi Ungup-Ungup yang berjarak sekitar 3 kilometer dari kawah Ijen. Bara api terlihat jelas dipandang dari Kota Banyuwangi.

Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto memimpin satu kompi anggotanya untuk memadamkan api di kawasan Ijen. Melihat parahnya kebakaran, Dandim mengusulkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar melakukan water bombing. Teknisnya, helikopter mengangkut air, lalu menjatuhkannya di titik kebakaran.

”Kami sudah sampaikan ke bupati, tinggal menunggu responsnya,” tegasnya.

Kepala Resor Tempat Wisata Alam (TWA) Ijen Sigit Hari Bowo mengatakan, api masih menjalar di sekitar Ijen. Saat ini hampir semua puncak, mulai Gunung Widodoren, Ijen, hingga Merapi Ungup-Ungup, terbakar. ”Jalur pendakian sudah tinggal separo. Yang separonya lagi tidak bisa dilalui. Ini sangat bahaya. Asapnya sudah terlalu tebal,” kata Sigit.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : tau/fre/aif/c1/c7/c10/oni/ttg

IKLAN