Terlilit Hutang, Sumiyati Lakukan Aksi Tipu-Tipu Kena Gendam

MENGAKU: Sumiyati mengaku menipu telah digendam ternyata uang dihabiiskan untuk membayar hutang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sumiyati, 45, warga Dusun Kendalan RT 001/ W 023 Desa /Kecamatan Semboro tertunduk malu dan lesu di ruang penyidikan polsek Semboro Selasa (22/10). Jumat lalu (18/10), Sumiyati mengaku digendam orang tak dikenal dan kehilangan uang 20 juta rupiah.

Sumiyati bercerita jika dirinya dipukul, diikat, mulut dilakban dan disirim bensin. Polisi pun bergerak cepat. Polsek semboro kemudian melakukan olah TKP dengan mendatangkan tim Inafis Polres Jember. Sejumlah saksi pun diperiksa. Berbekal hasil olah kejadian perkara dan keterangan saksi, disimpulkan jika kejadian ‘gendam’ tersebut adalah palsu alias abal-abal. “Dua hari kami melakukan penyelidikan intensif dan baru terungkap jika kasus gendam sumiyati palsu,” ujar Iptu Facthur Rahman, Kapolsek Semboro.

Menurut Fatchur ada beberapa temuan yang dinilai janggal. Diantaranya bensin dan ikatan Sumiyati. Dari penelusuran polisi, bensin tersebut dibeli sendiri oleh sumiyati di kios bensin yang tidak jauh dari rumahnya.

Sementara tangan sumiyati ditemukan terikat kebelakang oleh saksi atau tetangga korban. Namun, sumiyati mengaku tangannya terikat di depan. “Berbekal kejanggalan-kejanggalan tersebut itulah, kami mengungkap gendam abal-abal,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Sumiyati mengaku menyesal telah merekayasa menjadi korban gendam. Dirinya mengarang semua peristiwa itu karena takut kepada suaminya. Pasalnya, uang 20 juta yang diberikan suaminya habis untuk membayar hutang kepada rentenir.

Sumiyati pun memutar otak. Berbekal inspirasi dari cerita sinetron, Sumiyati memilih cerita digendam dan dibakar. “Saya sudah menyiram tubuh saya dengan bensin, namun takut terbakar. Kalau terbakar, nanti saya mati,” ujarnya.

Sumiyati melakban mulutnya kemudian melilitkan badannya dengan tali tampar. Setelah terikat, Sumiyati duduk dan mengikat kakinya dengan lilitan tali tampar dua meter. Selanjutnya, Sumiyati menyiram tubuhnya dengan bensin.

Setelah itu, dia pun berteriak minta tolong. Teriakan Sumiyati didengar dua tetangganya yang lantas mendatangi rumahnya. Kepada kedua tetanganya tersebut, Sumiyati mengaku digendam dua laki-laki tidak dikenal dan mengambil uang Rp 20 juta yang disimpan di kamar belakang.

Kepada polisi, Sumiyati mengaku terpaksa berbohong karena terlilit hutang ke rentenir. untuk mempertangung jawabkan perbuatannya, polisi menjerat dengan pasal 220 KUHP tentang pengaduan atau pemberitahuan kejadian bohong dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor :