Nur Hafidzah Afifah, salah seorang peserta U-13 Putri asal Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bertanding di tahap screening Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di GOR Sudirman, Surabaya (20/10). (Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis for Jawa Pos )

JawaPos.com– Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis di Surabaya dimulai kemarin (20/10). Acara berlangsung di GOR Sudirman, Surabaya. Total, ada 815 peserta yang mengikuti audisi kali ini.

Audisi dilakukan dengan cara screening. Yakni, tim pencari bakat akan memberi waktu kepada pemain untuk saling berhadapan selama 10 menit. Tak peduli berapa hasil akhirnya, jika pemain dianggap mumpuni, dipastikan langsung lolos.

Tim pencari bakat melihat langsung para peserta berlaga.

Pencari bakat dipimpin salah seorang legenda terbesar dunia Christian Hadinata. Juara dunia ganda putra 1997 Sigit Budiarto membantu Christian. Sigit cukup senang melakukan audisi di Surabaya. Sebab, menurutnya, kualitas pemain melebihi ekspektasinya. “Kualitas pemainnya bisa dibilang lebih bagus dibanding tahun lalu,” kata Sigit.

Itu bukti bahwa bakat di Jawa Timur cukup besar. Sebab, peserta memang didominasi dari wilayah Jatim. Bayangkan, dari 815 atlet, 750 diantaranya berasal dari Jatim. Sidoarjo menjadi penyumbang terbanyak dengan 131 atlet.

Legenda ganda putra Sigit Budiarto saat mengumumkan hasil tahap screening Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di GOR Sudirman, Surabaya (20/10).

Meski begitu, Sigit punya kriteria yang harus dipenuhi agar peserta lolos. “Yang saya amati secara spesifik adalah skill, kecepatan, kelincahan, dan kecerdasan. Ketika empat hal ini saya temukan, tak sulit bagi sang anak untuk lolos ke Final Audisi,” kata Sigit. Menurutnya, banyak pemain yang punya kelebihan. “Ada pemain yang kecil, tapi punya kecepatan dan cukup licah,” tambah Sigit.

Dari tahap screening, total ada 358 peserta yang lolos. Rinciannya, 128 peserta di U-11 putra. Lalu, 43 peserta U-11 putri, U-13 putra (123 peserta) dan U-13 putri (64 peserta).

Mereka kemudian akan bertarung di tahap selanjutnya yakni turnamen yang berlangsung hari ini. Karena masih panjang, Sigit meminta para peserta tidak jemawa. “Perjuangan para peserta masih panjang sekali. Persiapkan diri dengan baik untuk tahap selanjutnya,” terang mantan pemain yang sempat merajai dunia ketika berpasangan dengan Candra Wijaya itu.

Tahap turnamen jelas akan lebih berat. Setelah itu, mereka akan bertarung di tahap pamungkas pada Selasa (22/10). Sigit tidak tahu di nomor mana pemain yang paling berbakat ada. Hanya, dia berharap agar ada bibit tunggal putri yang unggul dari Surabaya. Maklum, saat ini, nomor tunggal putri menjadi sektor terlemah. ”Tapi sejauh ini cukup sulit mencari bakat tunggal putri. Kami akan lihat kualitasnya dulu,” terang Sigit.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Bagus Putra Pamungkas

IKLAN